Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran potensi wisata alam, mengidentifikasi daya tarik wisata, menganalisis aksesibilitas serta ketersediaan fasilitas penunjang, dan mengkaji potensi pengembangan ekowisata berdasarkan empat prinsip ekowisata. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif dan analisis spasial melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara. Informan kunci ditentukan dengan teknik purposive sampling, sedangkan responden masyarakat dihitung menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 100 sampel dari total populasi 31.096 jiwa. Instrumen penelitian meliputi peta administrasi wilayah, perangkat GPS atau telepon genggam, komputer, alat tulis, serta perangkat lunak ArcGIS 10.8, Microsoft Word, Google Maps, ArcGIS Story Maps, dan Strikingly. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 titik wisata alam yang tersebar di tujuh desa/kelurahan dengan karakteristik berupa air terjun, sungai, pegunungan, bukit, lembah, dan padang rumput yang memiliki keindahan lanskap, keunikan ekologi, serta nilai budaya dan sejarah lokal. Dari aspek aksesibilitas, jarak lokasi wisata berkisar antara 1,2–16,31 km dari pusat kecamatan dan 75–88 km dari pusat Kabupaten Gowa dengan kondisi jalan yang bervariasi. Fasilitas wisata masih terbatas dan hanya tersedia di beberapa lokasi tertentu. Berdasarkan empat prinsip ekowisata, kondisi lingkungan relatif terjaga, partisipasi masyarakat mulai berkembang meskipun kelembagaan belum optimal, peluang ekonomi lokal telah muncul, serta potensi edukasi lingkungan dan budaya cukup besar namun belum dikelola secara maksimal. Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berkelanjutan melalui peningkatan infrastruktur, penguatan kapasitas masyarakat, serta strategi pengelolaan dan promosi yang lebih terintegrasi.
Copyrights © 2026