Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana siswa di SMAN 1 Barru berkomunikasi selama kegiatan belajar mengajar. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan cara mengumpulkan data menggunakan kuesioner yang terdiri atas enam pertanyaan dan diberikan kepada 20 siswa sebagai responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan media sosial mendapatkan skor rata-rata terbesar, yaitu 4,00, yang masuk ke dalam kategori tinggi, diikuti oleh penggunaan bahasa gaul dengan skor 3,90 yang juga berada dalam kategori tinggi. Sementara itu, penggunaan WhatsApp, tingkat kepercayaan diri, kemungkinan terjadinya kesalahpahaman dalam komunikasi, serta interaksi antara siswa dan guru berada dalam kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi para siswa lebih sering menggunakan media digital dan bahasa yang tidak resmi. Meski demikian, masih ada hambatan dalam komunikasi resmi, terutama saat berinteraksi dengan guru di lingkungan belajar.
Copyrights © 2026