Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap sejarah lokal Kota Palembang serta citra kota yang lebih dikenal sebagai destinasi wisata kuliner dibandingkan wisata budaya dan sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi pariwisata dalam meningkatkan minat wisata budaya dan sejarah melalui aktivitas walking tour yang diselenggarakan oleh Palembang Good Guide. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari founder, tour guide, dan wisatawan yang mengikuti kegiatan walking tour. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori AIDDA (Attention, Interest, Desire, Decision, Action) untuk menganalisis efektivitas komunikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pariwisata yang dilakukan oleh Palembang Good Guide melalui aktivitas walking tour berjalan efektif dalam menarik perhatian, menumbuhkan minat, membangun keinginan, hingga mendorong tindakan wisatawan untuk mengikuti kegiatan wisata budaya dan sejarah. Hal ini didukung oleh penggunaan storytelling yang menarik, interaksi langsung, serta penyampaian informasi yang komunikatif dan edukatif. Dengan demikian, aktivitas walking tour tidak hanya sebagai kegiatan wisata, tetapi juga sebagai media komunikasi pariwisata yang mampu meningkatkan pemahaman dan ketertarikan wisatawan terhadap sejarah dan budaya Kota Palembang.
Copyrights © 2026