Background: Third-trimester pregnant women are a group that requires optimal preparation for childbirth, but understanding of birth plans remains low. Some mothers lack understanding of delivery options, danger signs, and the role of the family, leading to increased anxiety and a lack of preparedness for childbirth. The limited availability of conventional educational media is a limiting factor. Therefore, video-based education is seen as an innovative solution to improve the knowledge and preparedness of pregnant women. Purpose: To improve the knowledge and preparedness of third-trimester pregnant women for childbirth, strengthen family support, and improve the quality of antenatal education. Method: This community service activity was conducted at the Nirwana Integrated Health Post (Posyandu) in Sungai Kakap Village, within the Sungai Kakap Community Health Center (Puskesmas), West Kalimantan Province, Indonesia, and was attended by 20 third-trimester pregnant women. The material was delivered through lectures and audiovisual presentations on birth plans, covering childbirth preparation, birth planning, and managing third-trimester danger signs. Evaluation was conducted through participant observation and feedback during the educational activity. The evaluation results are presented descriptively to measure the participants' understanding and achievement during the educational activity. Results: The activity proceeded well and smoothly with the active participation of all participants. The average age of participants was 28.5 years with a standard deviation of ±3.15 years. The majority of participants were in the 26-30 age range (15 (75.0%). The majority of participants were primiparous (17 (85.0%). Descriptively, participants achieved achievements in physical preparation, emotional control, and risk understanding. Conclusion: The video-based birth plan education program for pregnant women in their third trimester was effective in increasing their knowledge and preparedness for childbirth. Video media proved to be an engaging and easy-to-understand educational tool for improving the quality of antenatal care, particularly in preparing pregnant women in their third trimester for childbirth with greater physical and mental readiness. Suggestion: Healthcare workers are encouraged to utilize video as an educational tool for ongoing antenatal care. Pregnant women, especially those in their third trimester, can also use educational videos independently and repeatedly to better understand the birthing process and contribute to improving the health of the wider community. Keywords: Antenatal education; Birth planning; Third trimester of pregnancy; Video-based education Pendahuluan: Ibu hamil trimester 3 merupakan kelompok yang membutuhkan persiapan optimal menjelang persalinan, namun masih ditemukan rendahnya pemahaman tentang birth plan. Sebagian ibu belum memahami pilihan persalinan, tanda bahaya, serta peran keluarga, sehingga berdampak pada meningkatnya kecemasan dan kurangnya kesiapan menghadapi persalinan. Keterbatasan media edukasi yang masih bersifat konvensional menjadi salah satu faktor penghambat. Oleh karena itu, edukasi berbasis video dipandang sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu hamil. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu hamil trimester 3 menjelang persalinan, memperkuat dukungan keluarga, dan memperbaiki kualitas edukasi antenatal. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Nirwana Desa Sungai Kakap dimana masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Sungai kakap, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia yang diikuti 20 peserta ibu hamil trimester 3. Materi disampaikan melalui ceramah dan presentasi aplikasi audio visual mengenai birth plan yang meliputi persiapan persalinan, perencanaan persalinan dan penanganan tanda bahaya kehamilan trimester 3. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi peserta dan umpan balik selama kegiatan edukasi. Hasil evaluasi disajikan secara deskriptif sebagai pengukuran peningkatan pemahaman dan pencapaian peserta selama mengikuti kegiatan edukasi. Hasil: Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar dengan partisipasi aktif dari seluruh peserta. Mendapatkan bahwa usia rata-rata peserta adalah 28.5 tahun dengan standar deviasi ±3.15 tahun dan sebagian besar peserta berada di rentang usia 26-30 tahun yaitu sebanyak 15 (75.0%). Sedangkan mayoritas status paritas peserta adalah primipara yaitu sebanyak 17 (85.0%). Secara deskriptif, peserta mendapatkan pencapaian dalam aspek persiapan fisik, aspek pengendalian emosional, dan pemahaman aspek risiko. Simpulan: Kegiatan edukasi birth plan berbasis video pada ibu hamil trimester 3 berjalan dengan baik dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan. Media video terbukti menjadi sarana edukasi yang menarik dan mudah dipahami dalam meningkatkan kualitas pelayanan antenatal, khususnya dalam mempersiapkan ibu hamil trimester 3 menghadapi persalinan dengan lebih siap secara fisik dan mental. Saran: Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memanfaatkan media video sebagai sarana edukasi dalam pelayanan antenatal secara berkelanjutan. Ibu hamil khususnya trimester 3 juga dapat memanfaatkan media video edukasi secara mandiri dan berulang agar lebih memahami proses persalinan sehingga dapat berkontribusi meningkatkan kualitas kesehatan komunitas yang lebih luas.
Copyrights © 2026