Tuberkulosis (TBC) tetap menjadi tantangan signifikan dalam kesehatan masyarakat, termasuk di Timor-Leste, di mana peranan keluarga pasien sangat penting untuk pencegahan penularan. Keterbatasan pengetahuan keluarga dapat menyebabkan peningkatan risiko penyebaran TBC maupun di rumah sakit maupun setelah pasien dipulangkan. Di RS HNGV Dili, metode edukasi yang selama ini diterapkan belum terstandarisasi, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih efektif. Edukasi digital berbasis video menawarkan solusi dengan format audiovisual yang menarik dan dapat diakses berulang kali untuk meningkatkan pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi digital berbasis video dalam meningkatkan pengetahuan keluarga pasien mengenai pencegahan penularan TBC di ruang isolasi RS HNGV Dili. Metode penelitian ini menggunakan Paradigma Kuantitatif berlandaskan filsafat positivisme dengan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest, melibatkan 42 keluarga pasien yang dipilih melalui purposive sampling. Kuesioner berisi 20 pernyataan benar/salah digunakan sebagai instrumen pengukuran. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 47,6% responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, sedangkan setelah edukasi berbasis video, 92,9% responden menunjukkan tingkat pengetahuan baik. Uji statistik menunjukkan nilai p=0,000 (p < 0,05), menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan. Edukasi digital berbasis video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan keluarga pasien tentang pencegahan penularan TBC dan direkomendasikan sebagai metode reguler dalam edukasi kesehatan di RS HNGV Dili
Copyrights © 2026