Bahasa Minangkabau mengalami ancaman serius terhadap vitalitasnya akibat tekanan internal dan eksternal yang kompleks. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pergeseran bahasa Minangkabau, menganalisis perubahan domain penggunaan bahasa, mengevaluasi strategi revitalisasi yang telah diterapkan, serta merumuskan celah penelitian dan rekomendasi kebijakan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, berdasarkan 53 artikel yang diseleksi dari empat basis data utama. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi struktur sosial, kegagalan transmisi antar generasi, dan dominasi bahasa Indonesia di media dan pendidikan menjadi penyebab utama pergeseran bahasa. Sementara itu, strategi revitalisasi yang paling efektif bersifat berbasis komunitas, melibatkan pendidikan responsif budaya, teknologi partisipatif, serta dokumentasi bahasa. Namun, dukungan kelembagaan dan kebijakan masih tergolong lemah. Kebaruan: Studi ini menyimpulkan bahwa revitalisasi bahasa Minangkabau membutuhkan pendekatan lintas sektor dan berbasis bukti, dengan keterlibatan aktif komunitas dan dukungan kebijakan jangka panjang yang berkelanjutan
Copyrights © 2026