Penelitian ini menganalisis pergeseran nilai gotong royong di tengah modernisasi pada masyarakat perkotaan Kecamatan Medan Tembung, Medan, Sumatera Utara. Latar belakang masalah mencakup dampak urbanisasi, individualisme, globalisasi, dan teknologi yang mengikis solidaritas sosial tradisional, menggantikannya dengan pola transaksional. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpul melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen dari narasumber masyarakat setempat. Fokus pada identifikasi faktor penyebab seperti kesibukan kerja, sistem upah, dan interaksi virtual yang menurunkan partisipasi dalam kerja bakti dan tolong-menolong. Hasil menunjukkan gotong royong tidak hilang sepenuhnya, melainkan bertransformasi menjadi bentuk digital, finansial, atau kegiatan terorganisir seperti penggalangan dana daring, meskipun frekuensi aksi fisik menurun drastis akibat heterogenitas penduduk dan mobilitas tinggi. Kesimpulan menekankan urgensi revitalisasi melalui pendidikan karakter, kebijakan komunitas adaptif, dan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kohesi sosial. Penelitian ini berkontribusi pada sosiologi perkotaan dengan novelty analisis transformasi nilai budaya di konteks urban Indonesia.
Copyrights © 2026