Bago, Rhyfka Arlina
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun Kompetensi Kewarganegaraan (Civic Competence) Siswa Berfokus Pada Pengembangan Civic Disposition : Analisis Faktor dan Implikasinya di Masyarakat Gea, Benediktus Josua; Manik, Frita Rohani; Bago, Rhyfka Arlina; Herlinda, Herlinda; Yunita, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan kompetensi kewarganegaraan (Civic competence) siswa berfokus pada pengembangan Civic disposition. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yakni membaca literatur dan sumber sumber tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan kompetensi kewarganegaraan siswa meliputi pendidikan formal, lingkungan keluarga, dan pengalaman sosial. Pengembangan Karakter kewarganegaraan juga ditemukan sebagai faktor penting dalam membangun kompetensi kewarganegaraan siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya membangun kompetensi kewarganegaraan siswa melalui pendidikan formal dan non-formal, serta memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam membangun Civic disposition siswa.
Peran Pendidikan Politik dan Demokrasi dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pemula pada Pemilu di SMP Swasta Budi Agung Medan Warman, Ade Tiyo; Padang, Brent Hizkia; Bangun, Devi Permata Br; Saragih, Rupma Riana; Bago, Rhyfka Arlina; Ivanna, Julia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peran Pendidikan Politik Dan Demokrasi Dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pemula Pada Pemilu Di Smp Swasta Budi Agung Medan”. Adapun Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran pendidikan politik dan demokrasi dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula pada pemilu di smp swasta budi agung medan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan atau mencari informasi daribanyak sumber agar tujuan penelitian dapat tercapai dengan melalui wawancara, Ada keyakinan yang kuat bahwa tingkat pemahaman pemilih pemula saat ini di SMP Swasta Budi Agung Medan terhadap pentingnya pelaksanaan Pemilu masih Kurang. Rendahnya pemahaman terhadap partisipasi dalam momen politik seperti pemilu juga terlihat dari hasil penelitian di SMP Swasta Budi Agung Medan, dimana lebih baik pemahaman tentang demokrasi, maka partisipasi siswa dalam demokrasi meningkat, dan sebaliknya, semakin rendah atau kurang memahami demokrasi, semakin buruk sikapnya terhadap demokrasi.
Pergeseran Nilai Gotong Royong di Era Modern Pada Masyarakat Perkotaan di Kecamatan Medan Tembung Josua Gea, Benediktus Josua Gea; Desinta, Desinta; Bago, Rhyfka Arlina; Rupma Riana Saragih; Siregar, Hapni Laila
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 2 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v6i2.25233

Abstract

Penelitian ini menganalisis pergeseran nilai gotong royong di tengah modernisasi pada masyarakat perkotaan Kecamatan Medan Tembung, Medan, Sumatera Utara. Latar belakang masalah mencakup dampak urbanisasi, individualisme, globalisasi, dan teknologi yang mengikis solidaritas sosial tradisional, menggantikannya dengan pola transaksional. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpul melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen dari narasumber masyarakat setempat. Fokus pada identifikasi faktor penyebab seperti kesibukan kerja, sistem upah, dan interaksi virtual yang menurunkan partisipasi dalam kerja bakti dan tolong-menolong. Hasil menunjukkan gotong royong tidak hilang sepenuhnya, melainkan bertransformasi menjadi bentuk digital, finansial, atau kegiatan terorganisir seperti penggalangan dana daring, meskipun frekuensi aksi fisik menurun drastis akibat heterogenitas penduduk dan mobilitas tinggi. Kesimpulan menekankan urgensi revitalisasi melalui pendidikan karakter, kebijakan komunitas adaptif, dan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kohesi sosial. Penelitian ini berkontribusi pada sosiologi perkotaan dengan novelty analisis transformasi nilai budaya di konteks urban Indonesia.