Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan implementasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SD IT Abata Lombok. Fokus utama penelitian terletak pada bagaimana kreativitas pedagogik guru mampu menyiasati keterbatasan kurikulum nasional yang kaku melalui pendekatan yang fleksibel. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) Perencanaan dilakukan melalui asesmen diagnostik yang mengklasifikasikan ABK menjadi kategori ringan, sedang, dan berat, serta penentuan individual goals (garis finish yang berbeda); (2) Pelaksanaan pembelajaran menerapkan konsep "Pedagogi Fleksibilitas Berbasis Minat" dan Differentiated Instruction, di mana guru melakukan modifikasi instruksional spontan dengan memanfaatkan media konkret seperti lingkungan alam, (3) Sistem evaluasi menggunakan model "Promosi Otomatis" yang didukung oleh pemantauan progresif harian melalui dokumentasi visual (foto/video) yang dilaporkan secara personal kepada orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kunci keberhasilan inklusi di sekolah dengan keterbatasan tenaga profesional terletak pada sinergi tripartit (guru, terapis, orang tua) dan fleksibilitas manajerial yang berpusat pada fitrah unik setiap anak.
Copyrights © 2026