Abstrak: Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan Spiritualitas peserta didik, termasuk bagi penyandang disabilitas tunanetra. Namun, keterbatasan akses terhadap Al-Qur’an konvensional menyebabkan pembelajaran PAI bagi tunanetra belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam dalam pembelajaran Al-Qur’an Braille pada siswa tunanetra di UPTD Indra Kusuma Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan guru pendidikan agama islam sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Al-Qur’an Braille telah membantu siswa disabilitas tunanetra memahami dan membaca Al-Qur’an secara mandiri dan bertahap melalui tingkatan kelas, meskipun masih ditemukan kendala seperti keterbatasan media, kurangnya intensitas pendampingan guru, dan kurangnya motivasi siswa yang masih kurang stabil. Guru memiliki peran penting dalam membimbing proses belajar, memberikan arahan, serta memastikan siswa dapat memahami materi dengan baik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi pembelajaran Al-Qur’an Braille sangatlah bergantung pada peranan guru pendidikan agama Islam serta dukungan sarana prasarana yang memadai untuk mewujudkan pendidikan agama Islam yang inklusif dan efektif.
Copyrights © 2026