Anak-anak Muslim tumbuh dalam lingkungan digital yang sarat iklan dan tren konsumtif sehingga menghadapi dilema antara mengikuti budaya populer materialistis atau mempertahankan nilai Islami yang menekankan kesederhanaan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara komprehensif fungsi edukatif orang tua dalam membentuk karakter konsumsi Islami anak dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran fundamental sebagai pendidik utama dan pertama dalam pendidikan Islam, di mana ayah berfungsi sebagai figur otoritas dan ibu sebagai pengasuh utama yang bersama-sama menanamkan nilai agama, etika, dan kebiasaan Islami sejak dini. Proses internalisasi nilai konsumsi Islami berlangsung bertahap melalui dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik, diperkuat dengan teladan, bimbingan, pengawasan, dan pembiasaan konsisten sehingga anak terbentuk sebagai pribadi berkarakter Islami dan memiliki filter moral menghadapi budaya konsumtif global. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran orang tua sebagai benteng utama dalam menjaga nilai konsumsi Islami anak di tengah arus globalisasi dan digitalisasi.
Copyrights © 2026