Penggunaan musik kontemporer dalam ibadah gereja menimbulkan perbedaan respons jemaat yang berdampak pada partisipasi, sementara kajian kontekstual pada gereja lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi jemaat dalam ibadah melalui penggunaan musik kontemporer di HKBP Sukadame. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif dalam ibadah, dan dokumentasi terhadap pendeta, sintua, pelayan musik, serta jemaat lintas usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan musik kontemporer dalam ibadah sore meningkatkan partisipasi jemaat, yang ditandai dengan meningkatnya kehadiran dan keterlibatan aktif dalam bernyanyi serta pelayanan musik, terutama pada remaja dan pemuda. Namun, jemaat dewasa cenderung memilih musik tradisional yang dianggap lebih mendukung kekhusyukan ibadah. Temuan ini menunjukkan perlunya keseimbangan antara relevansi musik dan kedalaman spiritual dalam praktik ibadah.
Copyrights © 2026