Penelitian ini bertujuan menganalisis peran idiom musik Kalimantan dan Jawa sebagai variabel pembentuk estetika dalam lagu Dharma oleh Fanny Soegi. Fokus penelitian mencakup bentuk, penempatan, dan fungsi idiom musik tradisional dalam struktur pop-folk modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus musikologi. Data dikumpulkan melalui triangulasi metode, meliputi transkripsi musik sebagai instrumen utama, observasi video musik, serta wawancara dengan informan kunci (gitaris/arranger). Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan validasi antar sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idiom musik tradisional berperan signifikan dalam membentuk estetika lagu melalui tiga titik utama, yaitu prolog vokal dengan laras pelog Jawa, intro gitar yang mereplikasi karakter petikan sape Dayak berbasis tangga nada pentatonik, serta interlude yang menggabungkan idiom Kalimantan dengan struktur pop modern. Temuan ini diperkuat oleh analisis lirik dan konteks sosial-budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa idiom musik tradisional tidak hanya bersifat dekoratif, tetapi menjadi fondasi utama dalam membangun identitas estetika musik pop kontemporer Indonesia.
Copyrights © 2026