Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

REGENERASI KOMUNITAS MUSIK PA’BENG DI DESA BANTAL KABUPATEN SITUBONDO BAIDHOWI, AHMAD; YUDHA KARYAWANTO, HARPANG
APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan Vol 1, No 15 (2020)
Publisher : APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh satu kegiatan proses regenerasi yang dilakukan komunitas musik Pa?beng dalam melestarikan kesenian daerah yang harus dipertahankan. Melalui regenerasi, musik Pa?beng dapat mempertahankan kesenian daerah dan meneruskan jejak senior kepada generasi baru untuk mempertahankan dan mengembangkan kesenian musik Pa?beng, karena regenerasi merupakan kunci pelestari budaya. Tujuan penelitian ini adalah 1) Regenerasi komunitas musik Pa?beng di Desa Bantal Kabupaten Situbondo, 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam proses regenerasi komunitas musik Pa?beng di Desa Bantal Kabupaten Situbondo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari 3 orang, 2 orang pengelola, 2 seniman (tari dan karawitan), sedangkan informan pelengkap untuk keperluan informasi yaitu sebanyak 3 orang. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan 1) Reduksi data, 2) Penyajian Data, dan 3) Penarikan simpulan.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini : 1) Regenerasi komunitas musik Pa?beng di Desa Bantal Kabupaten Situbondo dilaksanakan melalui latihan rutin pada komunitas musik Pa?beng, memperkenalkan musik Pa?beng pada ekstrakurikuler sekolah, pergantian anggota lama kepada anggota baru. 2) Faktor pendukung dalam regenerasi komunitas musik Pa?beng yaitu adanya anggota sebagai subjek yang menjalankan, peran orang tua, sekolahsebagai media regenerasi, publikasi di media sosial. Beberapa faktor penghambat regenerasi musik bambu oleh komunitas musik Pa?beng yaitu kurangnya perhatian dari pemerintah, kurangnya minat anggota, kurangnya fasilitas yang memadai. Kata Kunci: Regenerasi, Musik bambu, dan komunitas musik Pa?beng.
EKSISTENSI MUSIK OKLEK KARANG TARUNA POHAGUNG TERHADAP SOSIAL MASYARAKAT DUKUH POHAGUNG DESA CAMPUREJO VIRGI PRASETYA, DODDY; YUDHA KARYAWANTO, HARPANG
APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan Vol 1, No 15 (2020)
Publisher : APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesenian Musik Oklek yang berada di Dukuh Pohagung Desa Campurejo Kabupaten Bojonegoro biasanya digunakan untuk membangunkan orang sahur pada bulan Ramadhan, alat Musik Oklek yang dipadu dengan gamelan, gong, dan juga beberapa alat musik modern. Kesenian Oklek ini sudah menjadi ikon dari Kabupaten Bojonegoro dan diakui oleh masyarakat, juga Dinas Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro. Musik Oklek karang taruna Pohagung ini sangat menarik perhatian kabupaten Bojonegoro karena Musik Oklek ini bisa membuat masyarakat dukuh Pohagung desa Campurejo semakin guyub rukun dan harmonis dengan adanya Musik Oklek ini yang dulunya dukuh pohagung ini kurang guyub rukun. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana fungsi Musik Oklek terhadap sosial masyarakat yang dilakukan oleh karang taruna di dukuh pohagung desa Campurejo?, 2) Bagaimana Kendala Musik Oklek terhadap sosial masyarakat yang dilakukan oleh karang taruna di dukuh pohagung desa Campurejo?. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang eksistensi Musik Oklek karang taruna Pohagung terhadap sosial masyarakat di Dukuh Pohagung Desa Campurejo. Landasan teori dalam penelitian ini adalah teori eksistensi, musik tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan 1) Reduksi data, 2) Penyajian Data, dan 3) Penarikan simpulan.Hasil penelitian ?EksistensiMusik Oklek Karang Taruna Pohagung terhadap Sosial Masyarakat Dukuh Pohagung Desa Campurejo? meliputi eksistensi,faktor pendukung dan usaha grup Musik Oklek pohagung untuk mempertahankan eksistensiannya terhadap sosial masyarakatnya. Berikut simpulan dari penelitian ini adalah eksistensi Musik Oklek karang taruna pohagung ini mampu membuat masyarakatnya yang dulu kurang guyub rukun karena adanya gadget di era digital sekarang masyarakatnya menjadi masyarakat yang guyub rukun dengan mengikuti aktivitas grup Musik Oklek pohagung ini.Kata Kunci: Eksistensi, Musik Oklek Karang Taruna Pohagung, Sosial Masyarakat.
THE DEVELOPMENT OF SUBJECT MODULE OF THE PRINCIPAL STRING INSTRUMENT (BEGINNER) AT THE MUSIC ARTS STUDY PROGRAM, FBS, UNESA Vivi Ervina Dewi; Harpang Yudha Karyawanto; Dhani Kristiandri
Imaji Vol 19, No 2 (2021): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i2.43749

Abstract

This study program is under the Department of Art, Drama, Dance, and Music, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. This program uses the Independent Learning Curriculum. A course on the principal string instrument (beginner) is featured in the third semester. However,  there are still many issues with its execution. Due to the COVID-19 pandemic, students must study at home. Thus, this scenario affects students' capacities. As a result, this research will show the development and effectiveness of a subject module of the principal string instrument (beginner) at the Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya.  This study uses the ADDIE learning design model (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate). Learning products research produces a learning module designed to help students improve their violin playing skills, especially in the principal string instrument (beginner). Developing the principal string instrument (beginner) learning module begins with a needs analysis based on observation, field studies, and literature. Each stage of product development involves analysis, design, development, implementation, and evaluation. The design results were assessed by material, language, and graphic experts and revised. After revisions, the product was tested on students of the music arts study program, Universitas Negeri Surabaya.  The results are packaged as learning modules for music arts lecturers and students. The development research results show that using products in learning modules can improve violin playing skills. The t-test value of 0.000 indicates that the experimental and control groups differ significantly.Keywords: Development, Module, Learning, Violin.
Penyajian Musik Goa Tabuhan di Pacitan Jawa Timur Harpang Yudha Karyawanto; Moh. Sarjoko
PROMUSIKA Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v7i2.3516

Abstract

Goa Tabuhan music in Wareng Village, Punung District, Pacitan Regency, East Java, is a unique musical phenomenon, so that its sustainability needs to be preserved. Since the first appearance of the Goa Tabuhan music tradition community until now, percussion music activity with rocks on the cave wall as its media has become a performance art that is accepted as part of the social life of the community in Pacitan. This study tries to uncover the characteristics and structure of the presentation of the music performance of Goa Tabuhan. Based on the nature of the data to be analyzed, this study uses a qualitative research approach. The purpose of this study is to describe the phenomenon of the emergence of Goa Tabuhan musical art in Pacitan, the unique presentation of the position of the stone that hangs naturally as well as its playing techniques, and the overall structure of the performance. This study concludes that the music of Goa Tabuhan, which appeared in rural communities, turned out to have a different form of performance art compared to the others. Its appearance as a natural phenomenon that was created in the cave, then packaged in the form of a unique musical performance, could finally be a musicthat can be accepted by the public in general.Musik Goa Tabuhan di Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, adalah fenomena musik yang unik, sehingga keberlanjutannya perlu dilestarikan. Sejak kemunculan pertama komunitas tradisi musik Goa Tabuhan hingga sekarang, aktivitas musik perkusi dengan batu di dinding gua sebagai medianya telah menjadi seni pertunjukan yang diterima sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat di Pacitan. Penelitian ini mencoba mengungkap karakteristik dan struktur presentasi dari pertunjukan musik Goa Tabuhan. Berdasarkan sifat data yang akan dianalisis, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan fenomena munculnya seni musik Goa Tabuhan di Pacitan, presentasi unik dari posisi batu yang menggantung secara alami serta teknik bermainnya, dan keseluruhan struktur pertunjukan. Studi ini menyimpulkan bahwa musik Goa Tabuhan, yang muncul di masyarakat pedesaan, ternyata memiliki bentuk seni pertunjukan yang berbeda dibandingkan yang lain. Penampilannya sebagai fenomena alam yang diciptakan di dalam gua, kemudian dikemas dalam bentuk pertunjukan musik yang unik, akhirnya bisa menjadi musik yang bisa diterima oleh masyarakat pada umumnya.
MUSIK OKLEK SEBAGAI SARANA RITUAL MASYARAKAT DESA SOBONTORO KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO Harpang Yudha Karyawanto; Moh Sarjoko; Heri Murbiyantoro
JADECS (Journal of Art, Design, Art Education & Cultural Studies) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.055 KB) | DOI: 10.17977/um037v3i12018p1-7

Abstract

Kesenian tradisional dalam masyarakat memiliki fungsi dan nilai sendiri dalam keberadaanya. Musik kerakyatan mempunyai hubungan yang erat dengan kehidupan pada jaman dulu. Penelitian ini mengkaji masalah fungsi ritual dalam sebuah kesenian. Musik yang menjadi sarana ritual oleh masyarakat. Objek dalam penelitian ini kesenian musik Oklek di Desa Subontoro, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan sifat data yang akan dianalisa, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis.  Hasil dari penelitian ini mendiskripsikan: (1) Sejarah munculnya kesenian musik Oklek di dalam masyarakat Bojonegoro, (2) Fungsi kesenian musik Oklek sebagai sarana ritual masyarakat Bojonegoro, (3) Perkembangan kesenian musik Oklek di  dalam masyarakat Bojonegoro.
RELEVANSI LAGU HUJAN RINTIK-RINTIK KARYA A.T. MAHMUD TERHADAP PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR Kristiana Apresia; Harpang Yudha Karyawanto
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.82 KB) | DOI: 10.26740/jps.v9n1.p124-139

Abstract

Penelitian ini merelevansikan lagu Hujan Rintik-Rintik pada pembelajaran tematik 8, yaitu peristiwa alam pada pelajaran seni budaya dan prakarya, diambil pada kompetensi dasar 3.2 dan 4.2 kelas 1 SD, mengenal dan meniru elemen musik melalui lagu. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis struktur lagu dan lirik lagu serta relevansinya pada proses belajar tematik siswa kelas 1 SD YBPK Sidorejo II. Metode penelitian menggunakan metode campuran sekuensial memadukan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara terstruktur dan observasi dari data primer didapat dari sepuluh informan dan sumber data sekunder bersumber dari silabus dan buku yang berhubungan dengan lagu dan pembelajaran tematik. Hasil penelitian ini adalah analisis struktur lagu terdiri dari 2 bagian kalimat, 4 frase, 5 bagian motif dan frasering yang baik. Analisis struktur lirik memiliki fonetis yang baik, menggunakan gaya bahasa perbandingan dengan majas personifikasi dan menggunakan kalimat deskriptif. Relevansi struktur lagu dan lirik terhadap pembelajaran tematik ialah kemampuan anak menjangkau melodi 95%, menyanyikan lagu sesuai ritmis 94,16% dan kemampuan anak dalam menyanyikan lagu sesuai dengan irama 92,33%, sehingga kemampuan anak dalam kategori sangat baik. Fakta ini didukung hasil penelitian menjangkau melodi, menyanyikan sesuai ritmis dan tempo dinyanyikan dengan benar.
Fungsi dan Makna Seni Jemblung Murtadho dari Jawa Timur Harpang Yudha Karyawanto
Jurnal Budaya Nusantara Vol 1 No 1 (2017): NUSANTARA & KONTEMPORER
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/b.nusantara.vol1.no1.a984

Abstract

This research examines the problem of the value of Jemblung Murtadho art.The research object is Jemblung’sart Sadat Kawedar Murthado in Tunjung village, Udanawu subdistrict, Blitar regency. The purpose of this researchare: (1) examine the meaning of art performing of Jemblung Murthado, (2) examine the art function of Jemblung inperformances. The research approach is using qualitative approach with ethnomusicology method. Data collectiontechniques is using: (1) recording techniques, audio and audiovisual, (2) note taking, (3) interviewing, (4) literaturestudy and documentation analysis. The steps in analyzing the data was done by: Data transcription, understandingdata, classification, and data condification. While for the validity of data, the researcher (1) doing triangulation, (2)doing peer debriefing, and (3) doing member check and audit trial.The research on music in Jemblung’s Murtadhowith ethnomusicology approach will be reviewed by the textual and contextual. The textual elements will expose theproblems concerning aspects of his music while contextual elements will explain about the culture of the community as asupporter of the arts.The results of this research on forms of art music Jemblung covered all of musikologic aspects,namely: (a) the concept of music in Jemblung’s, it has Java’s concept of Islamic art music, which is a form of praisesongs with the addition of story as a media in religious proselyzing, (b) the form of presentation is divided into twoelements among the elements of music and literature, and (c) The means of presentation which includes place, time,players, and costumes. The findings regarding the social function of Jemblung’s Murtadho include: (a) as aestheticsatisfaction,(b) as an entertainment,(c) as a means of communication, (d) as a strengthen compliance with social norms,(e) as a validation of social institutions, and religious rituals, (f) as a contribution to the sustainability and stability ofculture, (g) as an educational tool for the community, (h) as a community mental forming,(i) as a means of obtainingincome and (j) as a Host side traders to sell.
Bentuk Lagu Dan Ambitus Nada Pada Orkestrasi Mars Unesa Harpang Yudha Karyawanto
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v1n1.p8-14

Abstract

Perguruan Tinggi di Indonesia mempunyai karakter berbeda-beda yang unggul diberbagai bidang, salah satu yang memberikan icon tersebut adalah lagu mars dalam sebuah lembaga pendidikan tinggi. Lagu mars mempunyai ringkasan makna yang mencerminkan suatu lembaga, baik internal maupun eksternal. Tidak hanya pada Perguruan Tinggi saja, lembaga-lembaga lainnya, seperti Sekolah negeri maupun swasta, Korpi, Koperasi, Dharma Wanita, dan juga Golongan/Partai sampai perusahasan maupun yang lain juga mempunyai lagu mars. Hal tersebut membuktikan bahwa mars sangat memberikan konstribusi terhadap suatu lembaga maju yang memiliki kualitas dan dorongan peningkatan ke masa depan. Penelitian ini memberikan alternative dalam menganalisis sebuah lagu mars. Metode yang digunakan yaitu Ilmu Bentuk Analisis Musik. artikel ini memaparkan hasil analisis bentuk lagu dan ambitus nada pada orkestrasi Mars Unesa.Kata kunci: Orkestrasi, Bentuk Lagu, Lagu Mars
Implementation of Reading Fixed ‘Do’ and Moving ‘Do’ Notations on Improving Music Practical Achievement Heri Murbiyantoro; Budi Dharmawanputra; Raden Roro Maha Kalyana Mitta Anggoro; Harpang Yudha Karyawanto; Marda Putra Mahendra
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2024): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v8i1.54860

Abstract

Music education is a realm of study concerned with the teaching and learning of music. This music education will develop affective, motor skills in students who play instruments and expand cognitive development through reasoning and interpretation of musical notation. However, many people still underestimate music education. In the education and teaching system of music arts, especially in the last years of the 20th century, new methods emerged. One of the methods that will be discussed is the Tonika-Do Method. This article is a type of literature study and uses the exposition method in presenting the concepts contained in previous studies. The sources used contain the results of discussions about art education, music, and music education. The application of fixed "do" is not carried out as it should be from the meaning of fixed "do" itself. The reading system used in this lesson is not an fixed "do", but a system taken from the basic idea of an fixed "do" system, where 'Do' is not understood as a C, D, E note or something else, but is more understood as a number 1, which is the tone of writing in numerical notation. This fixed “do” reading system is carried out with the aim of avoiding moving 1 ('do') which is generally found in how to read numerical notation, which of course tends to make it difficult for students in a notation recognition. The learning process can include practicing the C scale, followed by the chromatic scale, etude, then entering the song.
Home recording technique training for the pare strings ensemble community - East Java Anggoro, Raden Roro Maha Kalyana Mitta; Karyawanto, Harpang Yudha; Murbiyantoro, Heri; Dharmawanputra, Budi; Mahendra, Marda Putra
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jpm.v7i3.9450

Abstract

College may be a logical institution that has the most assignment of carrying out the Tri Dharma of College, specifically instruction and instructing, research, and community service. Through the assignments it carries out, it is trusted that university educate will gotten to be centers of total human advancement as well as upkeep and advancement of science, innovation and arts in understanding with current and future needs. As with other Art Colleges in Indonesia, the Music Study Program, Faculty of Languages ​​and Arts, Universitas Negeri Surabaya, in arrange to execute the Tri Dharma of College and “One Step Ahead” endeavours, different exercises were carried out which were showed within the frame of "Home Recording Training In the Pare String Ensemble Music Group Community in Kediri”. This training points to present and execute advanced proficiency within the domain of Music Expressions, to be specific with respect to music generation utilizing DAW or Studio One software. This DAW can afterward ended up the most arrangement for each person part of the Pare String Gathering to create a collection that's prepared, increment polished skill in work (particularly in working the Music Learning Management System). This action can make a positive commitment to musician or music specialists in confronting the challenges of the worldwide music industry, by optimally maximizing the potential of human assets and taking after current mechanical improvements, so that they can compete within the entertainment industry advertise, particularly within the East Java locale, as well opening job opportunities and economic improvement for artists.