Bencana hidrometeorologi masif di Sumatra pada akhir 2025 memicu disrupsi pendidikan yang menuntut transformasi kurikuler adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam relevansi dan strategi Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana (KPDB) pada pembelajaran sejarah di SMA pasca-bencana tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen kebijakan, modul ajar, dan literatur relevan yang dianalisis menggunakan teknik reduksi, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPDB efektif menjamin keberlanjutan pendidikan melalui tiga fase pemulihan yang sistematis. Dalam pembelajaran sejarah, KPDB memiliki relevansi strategis sebagai instrumen "sistem peringatan dini kognitif" yang menghubungkan memori ekologis masa lalu dengan resiliensi kontemporer. Strategi implementasi dilakukan melalui integrasi tematik-kontekstual, penggunaan sejarah lokal sebagai laboratorium mitigasi, dan digitalisasi arsip bencana. Simpulan penelitian menegaskan bahwa sinkronisasi KPDB dalam pedagogi sejarah mampu mengubah mata pelajaran sejarah dari sekadar narasi masa lalu menjadi instrumen praktis penyelamatan jiwa. Penelitian ini merekomendasikan standarisasi kurikulum sejarah berbasis mitigasi untuk wilayah rawan bencana lainnya di Indonesia.
Copyrights © 2026