Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi permasalahan yang memerlukan perhatian serius karena berdampak pada perkembangan psikologi dan sosial siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif melalui penguatan nilai-nilai karakter dalam proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam pencegahan bullying melalui penguatan nilai -nilai karakter pada siswa di SMA Negeri 2 Langsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner terbuka, serta dokumentasi yang berkaitan dengan perangkat pembelajaran dan kebijakan sekolah. Teknik analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang dominan terjadi adalah bullying verbal berupa ejekan terhadap fisik, nama orang tua, dan penggunaan kata-kata kasar yang dalam kondisi tertentu dapat berkembang menjadi konflik fisik akibat rendahnya kontrol emosi siswa. Strategi guru PAI dilakukan melalui integrasi nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran di kelas, pemberian nasihat dan motivasi secara berkelanjutan, teguran edukatif, keteladanan sikap religius, serta kolaborasi dengan guru BK dalam penanganan siswa yang memiliki kecenderungan emosional. Dampak strategi tersebut menunjukkan adanya perubahan sikap pada sebagian siswa, terutama dalam peningkatan kesadaran untuk tidak mengejek dan lebih menghargai teman. Namun, perubahan tersebut masih memerlukan penguatan secara konsisten agar dapat berkembang menjadi kebiasaan. Penelitian ini menegaskan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam pembentukan karakter sekaligus pencegahan perilaku bullying di lingkungan sekolah. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur efektivitas strategi guru PAI secara statistik serta memperluas subjek penelitian pada jenjang SMP/MTs.
Copyrights © 2026