Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya manajemen sarana digital pada sekolah menengah pertama di daerah perbatasan Ketapang, meskipun pembelajaran digital mulai diterapkan dalam praktik kelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pemanfaatan, dan pengawasan sarana digital dilaksanakan serta implikasinya terhadap efektivitas pembelajaran digital siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus pada SMPN 3 Matan Hilir Utara dan SMPN 4 Matan Hilir Utara. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Informan penelitian yang terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa, dan tenaga kependidikan dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sekolah telah merencanakan kebutuhan sarana digital melalui rapat sekolah dan RKAS, tetapi belum memiliki program digitalisasi yang terstruktur, SOP, maupun penjadwalan tertulis penggunaan perangkat. SMPN 3 memiliki 12 laptop dengan 6 unit layak pakai, 2 proyektor dengan 1 unit layak pakai, 1 IFP, belum memiliki laboratorium komputer, dan bergantung pada akses BAKTI yang sangat lambat. SMPN 4 memiliki 15 laptop dengan 10 unit layak pakai, 4 proyektor dengan 2 unit layak pakai, 1 IFP, dan laboratorium komputer yang belum dimanfaatkan optimal; pembelajaran digital masih bergantung pada jaringan seluler dan sering terganggu oleh pemadaman listrik. Meskipun penggunaan media digital terbukti meningkatkan perhatian, motivasi, dan pemahaman siswa, efektivitas pembelajaran digital di kedua sekolah masih terbatas karena pemanfaatannya belum sistematis dan asesmen masih dominan manual. Penelitian ini merekomendasikan agar studi selanjutnya mengkaji manajemen sarana digital dengan cakupan sekolah yang lebih luas, melibatkan pendekatan campuran, serta menelaah keterkaitannya dengan kompetensi guru dan hasil belajar siswa.
Copyrights © 2026