Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas. Deteksi dini dan kepatuhan terapi merupakan kunci keberhasilan pengendalian hipertensi. Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, memiliki prevalensi hipertensi yang cukup tinggi dengan tingkat pelayanan kesehatan yang masih terbatas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini dan peningkatan kepatuhan terapi hipertensi melalui pelatihan, pemberian alat bantu skrining, dan media edukasi berbasis budaya lokal. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) sosialisasi kepada perangkat desa dan kader, (2) pelatihan teori dan praktik tentang hipertensi serta pengukuran tekanan darah, (3) pendampingan kader pada kegiatan posyandu, dan (4) penyusunan rencana keberlanjutan program. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan tentang hipertensi (44,4%), pemahaman kepatuhan terapi (41,4%), dan keterampilan pengukuran tekanan darah (45,7%). Semua alat dan media edukasi yang diberikan telah digunakan secara optimal dengan tingkat keberfungsian mencapai 100%. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan aktif pemerintah desa dan kader posyandu yang berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan. Kader menunjukkan partisipasi aktif dalam edukasi masyarakat dan pemantauan tekanan darah di posyandu.
Copyrights © 2026