Ternak kambing merupakan salah satu subsektor penting dalam agribisnis peternakan yang berperan dalam penyediaan protein hewani dan peningkatan pendapatan rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha ternak kambing di Distrik Kurik Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel yaitu 50 peternak yang diambil secara sensus. Analisis dilakukan terhadap biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta rasio R/C dan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan yang diperoleh peternak kambing selama 6 bulan sebesar Rp 24.848.500, total biaya yang dikeluarkan dalam satu kali produksi sebesar Rp 11.517.502. Rata-rata keuntungan yang diperoleh dari satu kali produksi adalah sebesar Rp 13.330.998. Nilai R/C Ratio sebesar 2,15 dan Break Event Point (BEP) volume produksi sebesar 4 ekor kambing dan BEP harga produksi sebesar Rp. 1.279.722/ekor.
Copyrights © 2026