Latar Belakang: Partus lama dapat terjadi akibat nyeri persalinan yang berkepanjangan, di mana ibu merasa tidak mampu menahan nyeri sehingga mendorong untuk mengejan sebelum serviks mencapai dilatasi penuh. Kondisi ini berisiko menyebabkan pembengkakan serviks dan distosia persalinan. Teknik rebozo merupakan metode non-farmakologis yang digunakan untuk membantu mengatasi nyeri selama persalinan tanpa obat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik rebozo menggunakan kain kazo terhadap intensitas nyeri dan kemajuan persalinan di Klinik Zhafira Zarifa Kabupaten Karawang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest two group design. Sampel penelitian berjumlah 60 ibu bersalin multigravida kala I fase aktif, yang dipilih menggunakan accidental sampling. Kriteria inklusi Ibu bersalin multigravida, fase aktif pembukaan serviks 4-7 cm, janin tunggal dengan presentasi belakang kepala, kehamilan tanpa komplikasi, denyut jantung janin dalam batas normal. Kelompok eksperimen (30 orang) diberikan intervensi teknik rebozo menggunakan kazo, sedangkan kelompok kontrol (30 orang) menggunakan teknik relaksasi napas. Pengukuran nyeri menggunakan skala NRS (Numerical Rating Scale), dengan rentang nyeri 7–10 sebagai sampel penelitian. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dalam SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan teknik Rebozo menggunakan kazo terhadap penurunan intensitas nyeri dan kemajuan persalinan dengan nilai p-value (0,000 < 0,05). Kesimpulan: Teknik rebozo menggunakan kain kazo terbukti efektif dalam mengurangi nyeri dan mempercepat proses persalinan. Diharapkan metode ini dapat menjadi alternatif dalam manajemen nyeri persalinan secara non-farmakologis.
Copyrights © 2026