Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Baby Massage in Healing Cough of The Common Cold in Infants at Zhafira Zarifa Clinic Ayudarista, Lastriati Dewi; Ita Herawati
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 8 No. Special Edition (2022): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aims: Infancy or toddlerhood is an important period in the process of human growth and development. Development and growth in infancy or toddlerhood is a determinant of the success of children's growth and development in the next period. The immune system in children under five is still weak and immature, causing toddlers to be very susceptible to ARI. Research Objectives: To determine the effect of baby massage in healing coughs and colds in infants at the Zhafira Zarifa clinic in 2022 Research Methods: The type of research used in this study is quantitative with a cross sectional research design. The population in this study were infants who visited the Zhafira Zarifa Clinic. A total of 234 infants. The sample in this study were infants who visited the Zhafira Zarifa Clinic. A total of 70 infants. Bivariate analysis using chi square test. Results: The description of baby massage at the Zhafira Zarifa clinic was carried out by 35 people (50.0%) and 35 people (50.0%). recovered as many as 37 people (52.9%). Conclusions and Suggestions: It can be concluded that there is an effect of baby massage in healing coughs and colds in infants at the Zhafira Zarifa clinic. It is recommended to parents and the community in order to increase the prevention of the incidence of ARI in infants by doing non-pharmacological baby massage therapy.
Efektivitas Teknik Rebozo Menggunakan Kazo terhadap Penurunan Intensitas Nyeri dan Percepatan Kemajuan Persalinan Ayudarista, Lastriati Dewi; Sutisna, Ma’mun; Nurlatifah, Teni; Deborah, Anita; Sabarudin, Udin; Wijayanegara, Hidayat
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.2753

Abstract

Latar Belakang: Partus lama dapat terjadi akibat nyeri persalinan yang berkepanjangan, di mana ibu merasa tidak mampu menahan nyeri sehingga mendorong untuk mengejan sebelum serviks mencapai dilatasi penuh. Kondisi ini berisiko menyebabkan pembengkakan serviks dan distosia persalinan. Teknik rebozo merupakan metode non-farmakologis yang digunakan untuk membantu mengatasi nyeri selama persalinan tanpa obat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik rebozo menggunakan kain kazo terhadap intensitas nyeri dan kemajuan persalinan di Klinik Zhafira Zarifa Kabupaten Karawang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest two group design. Sampel penelitian berjumlah 60 ibu bersalin multigravida kala I fase aktif, yang dipilih menggunakan accidental sampling. Kriteria inklusi Ibu bersalin multigravida, fase aktif pembukaan serviks 4-7 cm, janin tunggal dengan presentasi belakang kepala, kehamilan tanpa komplikasi, denyut jantung janin dalam batas normal. Kelompok eksperimen (30 orang) diberikan intervensi teknik rebozo menggunakan kazo, sedangkan kelompok kontrol (30 orang) menggunakan teknik relaksasi napas. Pengukuran nyeri menggunakan skala NRS (Numerical Rating Scale), dengan rentang nyeri 7–10 sebagai sampel penelitian. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dalam SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan teknik Rebozo menggunakan kazo terhadap penurunan intensitas nyeri dan kemajuan persalinan dengan nilai p-value (0,000 < 0,05). Kesimpulan: Teknik rebozo menggunakan kain kazo terbukti efektif dalam mengurangi nyeri dan mempercepat proses persalinan. Diharapkan metode ini dapat menjadi alternatif dalam manajemen nyeri persalinan secara non-farmakologis.