Penelitian ini mengkaji hubungan persepsi masyarakat Kota Kupang terhadap penggunaan QRIS di tengah pertumbuhan transaksi digital nasional 37% (2023-2024) dan lonjakan pengguna lokal dari 10.741 menjadi 81.263 (2021-2024), namun terhambat literasi digital di wilayah timur Indonesia. Tujuan penelitian menganalisis korelasi antara persepsi (X) dan penggunaan QRIS (Y). Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan pada 82 responden dari empat klaster generasi menggunakan kuesioner Likert 5 poin, diuji validitas (r hitung 0,715-0,978 > r tabel 0,217) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha 0,981), dianalisis dengan SPSS melalui korelasi Pearson. Hasil menunjukkan persepsi positif dominan (skor 5: 51,62%; setuju/sangat setuju: 67,27%), penggunaan netral-positif (adopsi 68,3%; skor 5: 39,27%), dengan korelasi sangat signifikan (Sig. 0,000). Generasi Z paling menerima QRIS. Penelitian menyimpulkan persepsi positif mendorong adopsi QRIS, merekomendasikan sosialisasi literasi digital bagi generasi tua guna percepatan inklusi keuangan.
Copyrights © 2026