Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT XYZ secara konsolidasi dan menentukan posisi portofolio strategis Unit Bisnis Bumbu dan Unit Bisnis Roti menggunakan kerangka Boston Consulting Group (BCG) Matrix berdasarkan data laporan keuangan periode 2022-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan mengukur empat rasio keuangan utama yang berlaku pada level perusahaan, yaitu Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER). Mengingat struktur alokasi laporan keuangan PT XYZ bersifat proposional antara kedua unit dan mengalami perubahan antar periode, yaitu Unit Bumbu dan Unit Roti masing-masing sebesar 90% dan 10% pada 2022, 88% dan 12% pada tahun 2023, serta 92% dan 8% pada tahun 2024, maka analisis komparatif antara unit tidak hanya mempertimbangkan rasio keuangan yang bersifat identik, melainkan juga skala operasional dan pertumbuhan pendapatan sebagai basis penetuan posisi BCG Matrix. Data yang diperoleh memberikan indikasi bahwa kinerja keuangan PT XYZ bersifat dinamis dan tidak linear selama periode pengamatan, membentuk pola tiga-fase: laba positif pada 2022 (NPM 14,66%, ROA 25,79%, ROE 18,00%), kerugian operasional temporer pada 2023 (NPM -0,44%, ROA -0,78%, ROE -0,56%) akibat puncak tekanan biaya bahan baku global, serta pemulihan kuat pada 2024 (NPM 20,21%, ROA 40,31%, ROE 27,22%) yang didorong pertumbuhan pendapatan sebesar 12,49%. Struktur permodalan perusahaan sangat konservatif dengan DER rata-rata 0,0x selama tiga tahun. Berdasarkan analisis BCG Matrix menggunakan data pangsa pendapatan internal sebagai proxy relative market share dan pertumbuhan pendapatan dari SPSS, Unit Bumbu diklasifikasikan sebagai Star pada 2022 dan 2024 karena memiliki pangsa pasar dominan disertai pertumbuhan tinggi, sedangkan Unit Bumbu pada 2023 bergeser ke Cash Cow akibat perlambatan pertumbuhan yang bersifat temporer. Unit Roti berada pada posisi Question Mark pada 2022 dan 2023, namun bergeser ke posisi Dog pada 2024 akibat penurunan pertumbuhan pendapatan sebesar -25%.
Copyrights © 2026