Fenomena urbanisasi yang terus meningkat di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar dan wilayah penyangganya (Mamminasata), menimbulkan tantangan serius dalam pengelolaan ruang, penyediaan layanan publik, dan pemerataan pembangunan. Pertumbuhan penduduk yang tidak merata menimbulkan tekanan sosial-ekonomi, termasuk kesenjangan akses terhadap pekerjaan, layanan pendidikan, dan biaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Regional Bruto/PDRB), tingkat pengangguran terbuka (TPT), dan garis kemiskinan terhadap urbanisasi di 24 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Selatan selama periode 2015–2024.Data sekunder dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan digunakan sebanyak 240 observasi. Analisis dilakukan dengan regresi data panel Pooled Ordinary Least Squares (OLS) menggunakan perangkat lunak Stata. Variabel jumlah penduduk sebagai proksi urbanisasi ditransformasi ke logaritma natural untuk menyesuaikan distribusi data, begitu pula variabel PDRB dan garis kemiskinan, sedangkan TPT tetap dalam persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB berpengaruh positif signifikan terhadap urbanisasi, yang menunjukkan bahwa daerah dengan kapasitas ekonomi lebih besar menarik penduduk dari daerah berpendapatan rendah. TPT berpengaruh negatif signifikan, konsisten dengan model Todaro bahwa tingkat pengangguran yang tinggi menurunkan ekspektasi pendapatan dan mengurangi insentif migrasi. Garis kemiskinan berpengaruh negatif signifikan, berlawanan dengan hipotesis awal, yang mengindikasikan bahwa tingginya biaya hidup di perkotaan menjadi hambatan bagi calon migran yang tidak memiliki modal yang cukup.
Copyrights © 2026