Perdagangan lintas batas didefinisikan sebagai aliran barang dan jasa melintasi perbatasan darat internasional dalam jangkauan hingga tiga puluh kilometer (30 km) dan memainkan peran penting dalam mendukung mata pencaharian masyarakat perbatasan. Studi literatur ini memuat fenomena perbedaan yang setiap hari terjadi umumnya di wilayah perbatasan, khususnya di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, Indonesia. Dengan membedakan smokol dan kearifan lokal, diharapkan mampu membedah kondisi saat ini yang tergabung dalam perdaganngan lintas batas. Kajian ini diharapkan mampu: membangun model baru perdagangan berupa : inovasi multidimensi, dan multidisiplin ilmu. Dibutuhkan kebijakan yang mewakili semua tanpa merusak hal-hal yang mengganggu dari sisi kehidupan, dalam bentuk policy paper yang akan direncanakan pada masa yang akan datang.
Copyrights © 2026