cover
Contact Name
Alin Fithor
Contact Email
afithor@gmail.com
Phone
082324970400
Journal Mail Official
sintasan@upstegal.ac.id
Editorial Address
Jurusan Budidaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pancasakti Tegal Jalan. Halmahera Km. 1 Tegal Timur, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, Kode Pos 52181
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
JOURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PERAIRAN (SINTASAN)
ISSN : -     EISSN : 29867843     DOI : prefix 10.24905
The Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) is a scientific research journal that aims to increase interest in writing for academics, practitioners and the general public, especially in the field of aquaculture. In addition, this journal aims to promote theories, practices, innovations, engineering and management as well as socio-economic relevant to the field of aquaculture. The scope of this journal includes cultivation fisheries technology, aquaculture engineering, aquaculture management, geographic fisheries information systems, and fisheries management and business.
Articles 21 Documents
STUDI KECUKUPAN PERBEKALAN MELAUT PADA UNIT PENANGKAPAN BOUKE AMI Saputra, Naufal; Kusnandar, Kusnandar; Mulyani, Sri
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No.2 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perikanan tangkap merupakan sektor penting yang berperan dalam penyediaan protein hewani sekaligus menopang perekonomian masyarakat pesisir. Keberhasilan operasi penangkapan ikan sangat dipengaruhi oleh kecukupan perbekalan, karena kekurangan logistik dapat berdampak pada kesehatan, produktivitas, hingga keselamatan anak buah kapal (ABK). Kapal Bouke Ami yang beroperasi di PPN Kejawanan Cirebon memiliki karakteristik melaut dalam durasi panjang, yaitu sekitar empat hingga lima bulan. Kondisi tersebut menuntut adanya manajemen perbekalan yang baik, khususnya terkait kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), air tawar, dan makanan pokok agar kegiatan penangkapan berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kebutuhan perbekalan, menganalisis tingkat kecukupan aktual, serta mengevaluasi sistem penanganan logistik pada kapal Bouke Ami di PPN Kejawanan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap 48 responden yang terdiri atas pemilik kapal dan nahkoda. Data dianalisis menggunakan tabulasi serta perhitungan persentase kecukupan berdasarkan perbandingan standar kebutuhan dengan realisasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbekalan utama kapal Bouke Ami meliputi solar, air tawar, bahan makanan pokok (beras, lauk-pauk, mie instan, sayuran, bumbu, dan kopi), serta obat-obatan P3K. Tingkat kecukupan solar tergolong mencukupi dengan realisasi 100,84%, sedangkan ketersediaan air tawar dan bahan makanan belum terpenuhi secara optimal, masing-masing hanya 70,94% dan 61,43%. Sistem penanganan perbekalan masih dilakukan secara manual berdasarkan pengalaman nahkoda, antara lain melalui efisiensi penggunaan solar, penghematan air tawar, serta penyimpanan bahan makanan dalam cold storage dengan tambahan lauk dari hasil tangkapan.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG CACING TANAH DAN TEPUNG MAGGOT Firmansyah, Dimas; Sutaman, Sutaman; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No.2 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i2.49

Abstract

Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) merupakan ikan karnivora yang dapat mengkonsumsi pakan alternatif seperti Tepung Cacing Tanah dan Tepung Maggot. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas Tepung Cacing Tanah dan Tepung Maggot terhadap laju pertumbuhan benih ikan kakap putih. Penelitian dilakukan di Laboratorium Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pancasakti Tegal, menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan: (A) Tepung Cacing Tanah, (B) Tepung Maggot, (C) Campuran Tepung Cacing Tanah dan Tepung Maggot, (D) Kontrol, Setiap perlakuan dilakukan dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan harian, pertumbuhan bobot individu mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), serta rasio konversi pakan (FCR). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis tidak berbeda nyata secara deskriptif, hasil tertinggi perlakuan B dengan laju pertumbuhan harian 0,106 gram/hari, dan perlakuan terendah A sebesar 0,086 gram/hari. Pertumbuhan bobot individu mutlak terbaik juga ditemukan pada perlakuan B yaitu 3,00 gram, disusul C sebesar 2,73 gram. Pertumbuhan panjang mutlak menunjukkan hasil tertinggi pada perlakuan B sebesar 1,1 cm dan C dengan 0,96 cm. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan B (93,3%), dan perlaukan terendah A (80%). Rasio konversi pakan tertinggi ditemukan pada perlakuan B (2,2). Secara kesimpulan, Tepung maggot dapat dijadikan pakan alternatif untuk mendukung pertumbuhan benih ikan kakap putih.
ANALISIS PREVALENSI DAN INTENSITAS PADA BENIH IKAN MAS (Cyprinnus carpio) Zahro, Khusniyati; Sutaman, Sutaman; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No.2 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i2.50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangan infeksi ektoparasit pada ikan mas (Cyprinus carpio) di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada bulan Desember 2024 - Januari 2025. Sampel diambil secara acak (random sampling) dari beberapa lokasi berbeda. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan pada bagian insang, sirip serta lendir secara scrapping. Identifikasi parasit dilakukan dengan cara pengamatan menggunakan mikroskop binocular dengan pembesaran 10×. Identifikasi parasit dilakukan dengan mencocokkan morfologi tubuh parasit dari gambar yang diperoleh dengan beberapa literatur acuan. Pengamatan data pendukung yaitu kualitas air yang seperti pH, DO, suhu,dan amonia. Data yang diperoleh dari sampel yang telah diperiksa, dilakukan perhitungan prevalensi dan intensitas menggunakan rumus. Hasil penelitian ditemukan 5 spesies ektoparasit yang teridentifikasi yaitu Trichodina sp, Trichodinella sp, Ichthyophthirius multifiliis, Dactylogyrus sp, dan Gyrodactylus sp. Tingkat prevalensi ektoparasit tertinggi pada kolam A yaitu Trichodina sp sebesar 68% dengan intensitas 14 individu dan prevalensi terendah pada kolam A yaitu Gyrodactylus sp sebesar 26% dengan intensitas 3 individu. Sedangkan tingkat prevalensi ektoparasit tertinggi di kolam B yaitu Trichodina sp sebesar 60% dengan intensitas 3 individu.
ANALISIS VALUASI EKONOMI JASA EKOSISTEM MANGROVE DI DESA RANDUSANGA KULON Rahmadini, Ifa Widya; Zuhry, Noor; Alamsyah, Heru Kurniawan
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No.2 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i2.51

Abstract

Valuasi ekonomi sumber daya ekosistem mangrove merupakan suatu metode untuk mengukur nilai ekonomi total dari berbagai manfaat yang diberikan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk dan jasa yang diberikan oleh ekosistem mangrove. Tujuan penelitian adalah menganalisis: Nilai ekonomi total dari hutan mangrove di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, Jawa tengah. Penelitian ini dilakukan di dalam dan di sekitar kawasan ekosistem hutan mangrove di Desa Randusanga Kulon. Penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) minggu terhitung dari tanggal 16 Juli – 23 Juli 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kaus. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan masyarakat berdasarkan kuesioner yang telah disiapkan. Data sekunder dikumpulkan, antara lain, dari Kantor Kecamatan Brebes, Desa Randusanga Kulon. Data-data yang dikumpulkan dari lapangan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan kuantitatif. Penelitian ini menemukan bahwa nilai ekonomi total ekosistem hutan mangrove di Desa Randusanga Kulon terdiri atas nilai jasa penyedia sebesar Rp. 1.540.854.471,00./tahun, nilai jasa pengaturan Rp. 831.873.083,00./tahun, nilai jasa budaya sebesar Rp. 93.600.000,00./tahun. Jumlah nilai ekonomi total keseluruhan manfaat ekosistem hutan mangrove di Desa Randusanga Kulon adalah sebesar Rp. 2.466.327.554,00./tahun.
ANALISIS JASA EKOLOGI EKOSISTEM MANGROVE DI DESA RANDUSANGA KULON Adzimi Anjaana, Fadhlikal; Zuhry, Noor; Alamsyah, Heru Kurniawan
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No.2 2025
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v3i2.53

Abstract

Ekosistem mangrove di Desa Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, memiliki peran penting dalam menyediakan berbagai jasa ekologis, ekonomis, dan sosial bagi masyarakat pesisir. Namun, degradasi akibat alih fungsi lahan dan eksploitasi berlebihan mengancam kelestariannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jasa ekosistem mangrove yang tersedia serta menganalisis keterkaitan antara kapasitas (supply) dan permintaan (demand) jasa ekosistem tersebut. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan matriks evaluasi jasa ekosistem yang meliputi matriks kapasitas, permintaan, dan ketersediaan (budget). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove menyediakan 16 jenis jasa yang terbagi dalam empat kategori: penyedia, pengaturan, budaya, dan pendukung. Terdapat ketidakseimbangan antara kapasitas dan permintaan, khususnya pada jasa pengaturan seperti pencegahan intrusi air laut dan penahan gelombang yang mengalami defisit. Kesimpulannya, meskipun mangrove memiliki kapasitas tinggi dalam menyediakan jasa ekosistem, diperlukan pengelolaan yang bijaksana dan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekologis serta meningkatkan manfaat bagi masyarakat.
TINGKAT KEBERHASILAN PERCEPATAN MOLTING KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) DENGAN PERLAKUAN SALINITAS BERBEDA DALAM WADAH TERKONTROL SKALA LABORATORIUM DI SEKOLAH ALAM DESA KALIWLINGI BREBES Aji, Samudra; Suyono; Mulatsih, Sri
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v1i1.17

Abstract

Mangrove crabs (Scylla Serrata) are important products on a small scale in australia and asia. High economic value is the advantage of mangrove crab (Scylla Serrata) commodity. The needs of local and international markets are increasing. This pattern is a big challenge. The purpose of this study is to analyze the molting crab molting time (Scylla Serrata) with different salinity training and to find the efficiency of controlled containers with different salinity. The type of research used is experimental research. The design used is a completely randomized design (CRD) with three preparations and three replications using a controlled container. The treatment consists of different salinity methods with the 20 ppt, 25 ppt, 30 ppt salinity settings. The crab used is mangrove crab (Scylla Serrata) with hard carapace. The test parameters are the length of time of molting, mangrove crabs, from hard-crested crabs to increased, molting with different salinity methods. Data obtained from the differences in the length of time of mangrove crab molting using a variety of assistance were verified in quantitative descriptive. The results of this study indicate that the 30 ppt salinity training method is the training that produces the best molting, which is 15-25 days compared to other conservation. While controlled containers show the results that mangrove crabs (Scylla Serrata) can live in containers with clean air systems with salinity and rotated water systems, controlled containers provide advantages in terms of funding, price, and environmentally friendly for the maintenance of mangrove crabs.
DESAIN TERUMBU KARANG BUATAN DENGAN METODE AKRESI MINERAL PADA SISTEM AQUARIUM Wasis Widyanto, Salasi; Radhitia Prasetiawan, Nanda
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v1i1.18

Abstract

Function of coral reefs is being a living place for marine biota and as protectors from abrasion and sedimentation, so that conservation, protection, and rehabilitation are needed. Among the many rehabilitation technologies developed is artificial coral reefs by mineral accretion methods for insitu conservation. The implementation that is only insitu application is behind the author to make artificial coral reef designs with similar methods for exsitu conservation. The purpose is to make available media for coral nurseries quickly that have quality of strength and resilience before being applied insitu, facilitating research on corals that can grow and survive on these media, and minimize the taking of some coral in the sea for aquascape lovers. The method used refers to engineering technical instructions at the Agency for the Assessment and Application of Technology. The result is the design of artificial coral reefs with 8 mm diameter iron material as a cathode and coconut shell charcoal mixture with cement as an anode. An iron beam frame is 15 cm long, 10 cm wide, and 5 cm high. The required power supply must have an output of 0,380 Ampere at 6 Volt DC voltage, so the required resistance value is 15,78 Ohm. The conclusion is that the design of artificial coral reef with the mineral accretion method in the aquarial system was successfully made after calculating the amount of electric current in the biorock element considered safe for marine biota in the aquarium.
INTENSITAS DAN PREVALENSI EKTOPARASIT BERDASARKAN STADIA UMUR IKAN PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI BALAI PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR (BPBIAT) KOTA CIREBON, JAWA BARAT Alfiyani, Nur; Sutaman; Umi Hartanti, Ninik
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v1i1.19

Abstract

The aim of this research is to identify ectoparasites and determine the value of the intensity and prevalence of ectoparasites in the egg stage, larval stage, adult stage and parent stage on tilapia (Oreochromis niloticus) at Freshwater Fish Cultivation Development Center (BPBIAT) Cirebon City, West Java. The method used in this study is observation. Fish sampling was taken randomly as much as 5% with different of the each stage, in the age stage, larval stage, adult stage, and parent stage. The results showed that obtained of the parasite Trichodina sp, Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp, and Cichlidogyrus sp. Highest intensity of ectoparasites was Trichodina sp as much as 6,3 and lowest intensity of ectoparasites was Cichlidogyrus sp as much as 0,1. Highest intensity of ectoparasites was parent stage as much as 6,6 and lowest intensity of ectoparasites was egg stage as much as 0. Highest prevalence of ectoparasites was parent stage as much 66,67% and lowest prevalence of ectoparasites was egg stage as much as 0%.
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN TERHADAP SINTASAN DAN PERTUMBUHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) YANG DIPELIHARA SISTEM SILVOFISHERY Hartanti, Ninik Umi; Dina, Karina Farkha; Septriono, Wahyu Adi
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v1i1.20

Abstract

Mangrove crab is one of the fishery commodities that has high economic value and gets a lot of demand from local, regional and foreign markets. This study aims to determine the frequency of appropriate feeding on the survival and growth of mangrove crabs (Scylla serrata) reared by the silvofishery system. This research was conducted from April to May 2021 in the mangrove area of Randusanga District, Brebes Regency, Central Java. The research container used was cages made of bamboo measuring 50 cm x 50 cm x 70 cm in length, width and height, which were placed in the mangove area. The feed used was trash fish in the form of chopped trash fish with a dose of 5% of the crab biomass. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and each treatment had 3 replications. The treatments tested were 2 times a day, 1 time a day, 1 time 2 days and 1 time 3 days. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and further W-Tuckey test. The results showed that the frequency of feeding was not significantly different (p > 0.05) in the survival and growth of mud crabs reared by the silvofishery system. The water quality in the study supports the growth and survival of mangrove crabs during the study is still suitable for cultivation of mud crabs (Scylla serrata).
STRATEGI PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN POTENSI TUK MUDAL SEBAGAI DESTINASI WISATA MLALUI KEGIATAN BUDIDAYA LOBSTER (Cherax lorents) DI KABUPATEN TEGAL Narto; Suyono; Hartanti, Ninik Umi
Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sintasan.v1i1.21

Abstract

Cempaka Village is located in Bumijawa District, Tegal Regency. In geographically, Cempaka Village is at the foot of Mount Selamet with an area of 8000 ha and is located at an altitude of 500 - 650 meters above sea level. A population of 7904 people divided into 3,685 men and 4,219 women is very strategic and has a lot of natural potential that should be able to increase the productivity of its citizens. The natural potential in Cempaka Village has been utilized by the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) so that in 2017 the village The village was made one of the Tourism Villages of Tegal Regency with the destinations of Slumpring Market, Tuk Mudal, and Bukit Bulak Cempaka. However, even though the village has become a Tourism Village, there are still many Pokdarwis members who have not committed to the program because the results have not met daily needs. This is supported by the Village Government in conserving springs on agricultural land. As is known, there are 7 springs in one area that irrigate 160 hectares of rice fields. He was worried that the spring would die, and in the end, together with local youths, he carried out maintenance and construction of a dam so that mud from outside would not enter. As an effort to maximize the assistance, the method used in this research is qualitative with SWOT analysis and Process Hierarchy Analysis (AHP). Based on the results of the calculation of the value in the IFAS matrix, the total value of internal factors is 4.17 and EFAS is obtained the total value of external factors is 3.07. Mudal As a tourist destination through lobster cultivation activities (Cherax lorents) in Cempaka Village, Bumijawa District, Tegal Regency. Thus, the development strategy that needs to be carried out. Improvement of cultivation technology can be done by strengthening the marketing network strategy based on technical maintenance and cultivation technology which can be recommended is development based on cultivated commodities and intensive application of cultivation technology.

Page 1 of 3 | Total Record : 21