Ketimpangan pendapatan antarwilayah merupakan salah satu permasalahan pembangunan yang masih menjadi tantangan utama di Indonesia. Meskipun pertumbuhan ekonomi terus meningkat, distribusi hasil pembangunan yang belum merata menyebabkan disparitas kesejahteraan antar daerah. Pulau Sumatera sebagai wilayah dengan potensi sumber daya yang besar juga menghadapi ketimpangan antarprovinsi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan sosial, sehingga diperlukan analisis untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menganalisis ketimpangan pendapatan antarprovinsi di Pulau Sumatera periode 2014–2024 menggunakan Indeks Williamson. Variabel independen meliputi aglomerasi industri, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pengangguran terbuka, dan infrastruktur. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan Random Effect Model (REM) menggunakan data sekunder dari instansi resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aglomerasi dan IPM berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Infrastruktur berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Sementara itu, tingkat pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan, yang mengindikasikan bahwa peningkatan pengangguran menurunkan ketimpangan akibat dominasi sektor informal berpendapatan rendah. Kesimpulannya, hanya pengangguran yang berpengaruh signifikan, sehingga diperlukan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif untuk mengurangi ketimpangan antarwilayah.
Copyrights © 2026