Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi branding sekolah Islam melalui media sosial serta dampaknya terhadap citra lembaga pendidikan Islam di era digital. Penggunaan media sosial sebagai instrumen branding telah menjadi fenomena yang semakin masif di kalangan lembaga pendidikan Islam, mulai dari madrasah, sekolah Islam terpadu, hingga pesantren modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) yang mengumpulkan dan menganalisis literatur ilmiah yang relevan dengan tema branding pendidikan Islam, media sosial, dan citra lembaga. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik model Braun dan Clarke yang meliputi enam tahapan: familiarisasi data, pembuatan kode inisial, pencarian tema, peninjauan tema, definisi dan penamaan tema, serta produksi laporan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi branding sekolah Islam melalui media sosial meliputi tiga dimensi utama, yaitu: (1) strategi konten kreatif dan konsisten yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kebutuhan komunikasi digital, (2) pemanfaatan berbagai platform media sosial secara terintegrasi untuk menjangkau target audiens yang lebih luas, dan (3) interaksi dua arah yang membangun hubungan emosional antara lembaga dan masyarakat. Dampak implementasi strategi branding tersebut terhadap citra lembaga menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal daya tarik pendaftaran, kepercayaan publik, dan reputasi institusi. Namun demikian, terdapat tantangan yang perlu diantisipasi, termasuk risiko konten negatif, konsistensi identitas visual, serta kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola media sosial secara profesional
Copyrights © 2023