Provinsi Lampung merupakan wilayah dengan produksi udang vaname terbesar ke-4 di Indonesia. Saat ini sektor budi daya dihadapkan dengan penurunan produktivitas. Di Kabupaten Lampung Timur mengalami penurunan sampai 56%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usaha budi daya udang vaname di Desa Purworejo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Desember 2024. Metode pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara terhadap petambak. Analisis data menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) dengan bantuan aplikasi Rapid Appraisal for Fisheries (Rapfish) dengan 5 (lima) dimensi penilaian, yaitu: ekologi, sosial, ekonomi, teknologi dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan usaha budi daya udang vaname di Desa Purworejo di tinjau dari ke 5 (lima) dimensi termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan. Pengembangan sistem pengelolaan limbah budi daya serta normalisasi saluran air perlu dilakukan untuk meminimalisir serangan penyakit. Peningkatan program pelatihan terhadap pembudidaya dan juga penerapan teknologi budidaya modern perlu dilakukan untuk meningkatkan status keberlanjutan usaha budi daya udang vaname di Desa Purworejo dari kategori “kurang berkelanjutan” menjadi minimal “cukup berkelanjutan” dalam jangka waktu menengah dan “berkelanjutan” dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026