Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global dan nasional, serta berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas. Rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai faktor risiko, gejala, serta pentingnya deteksi dini menjadi tantangan utama dalam pengendalian penyakit ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru terkait pencegahan diabetes melalui edukasi gizi serta melakukan deteksi dini melalui skrining kadar gula darah. Metode pelaksanaan dilakukan melalui dua tahap, yaitu pemberian edukasi kesehatan mengenai diabetes melitus dan pemeriksaan gula darah sewaktu pada guru di SMP Negeri 21 Makassar dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas responden (90%) memiliki kadar gula darah <200 mg/dL, sedangkan sebanyak 10% responden memiliki kadar gula darah ≥200 mg/dL yang mengindikasikan adanya risiko hiperglikemia. Selain itu, kegiatan edukasi memberikan peningkatan pemahaman peserta terkait pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Temuan ini menegaskan bahwa skrining gula darah efektif dalam mendeteksi dini kondisi berisiko, sementara edukasi gizi berperan dalam mendorong perubahan perilaku hidup sehat. Kombinasi kedua intervensi tersebut menjadi strategi promotif dan preventif yang komprehensif dalam upaya pencegahan diabetes melitus, khususnya pada kelompok usia produktif seperti guru di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026