Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang berfungsi sebagai habitat penting bagi kepiting dan biota asosiasi lainnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komposisi spesies kepiting berdasarkan tegakan mangrove, nilai keanekaragaman kepiting, serta parameter habitat kepiting di Desa Dudepo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian lapangan dilakukan pada tahun 2023 dengan metode survei deskriptif melalui purposive sampling pada dua stasiun, yaitu tegakan Avicennia alba dan Rhizophora apiculata. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tegakan Avicennia alba ditemukan 10 spesies kepiting dengan total 75 individu, sedangkan pada tegakan Rhizophora apiculata ditemukan 11 spesies dengan total 97 individu. Nilai indeks keanekaragaman pada stasiun I sebesar 2,17 dan pada stasiun II sebesar 2,24; keduanya tergolong kategori sedang. Parameter habitat menunjukkan kisaran suhu 28–30°C, pH 6,53–7,27, salinitas 23–25‰, dan DO 4,5–5 mg/L dengan substrat lumpur hingga lumpur berpasir. Pada kedua stasiun juga ditemukan 5 spesies biota asosiasi. Temuan ini menunjukkan bahwa habitat mangrove di Desa Dudepo masih mendukung keberadaan komunitas kepiting, dengan kondisi yang relatif lebih baik pada tegakan Rhizophora apiculata
Copyrights © 2025