Perkembangan media sosial sebagai bagian dari era digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi masyarakat, khususnya pada masyarakat usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media sosial terhadap frekuensi interaksi tatap muka dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan instrumen kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada masyarakat usia produktif sebagai responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan media sosial, sedangkan variabel dependen adalah frekuensi interaksi tatap muka. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk menguji hubungan dan pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki hubungan dan pengaruh yang signifikan terhadap frekuensi interaksi tatap muka. Tingginya intensitas dan durasi penggunaan media sosial cenderung diikuti oleh penurunan frekuensi interaksi tatap muka. Temuan kuesioner juga menunjukkan bahwa responden merasakan manfaat teknologi digital dalam mempermudah komunikasi dan akses informasi, namun sekaligus menyadari berkurangnya interaksi sosial secara langsung. Penelitian ini sejalan dengan Teori Uses and Gratifications serta konsep komunikasi interpersonal yang dimediasi teknologi. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa media sosial berperan penting dalam membentuk ulang pola komunikasi interpersonal di era digital.
Copyrights © 2026