Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi model evaluasi program pendidikan Islam berbasis outcome yang adaptif dan kontekstual melalui analisis kritis terhadap praktik evaluasi yang berjalan dan pengembangan kerangka evaluasi baru yang responsif terhadap tuntutan pendidikan kontemporer. Pendidikan Islam di Indonesia menghadapi tantangan fundamental dalam mengharmoniskan orientasi normatif-ideologis dengan tuntutan efektivitas berbasis capaian hasil (outcome) yang terukur dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) yang mengkaji secara sistematis berbagai literatur ilmiah terkait Outcome-Based Education (OBE), evaluasi program pendidikan Islam, model CIPP, dan paradigma evaluasi inklusif. Sumber data meliputi artikel jurnal ilmiah terindeks, buku akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis konten kualitatif dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi evaluasi program pendidikan Islam berbasis outcome memerlukan integrasi tiga dimensi utama: (1) adopsi kerangka Outcome-Based Education yang disesuaikan dengan karakteristik pendidikan Islam; (2) penerapan model evaluasi komprehensif yang mengombinasikan pendekatan CIPP dengan penilaian adaptif; dan (3) inkorporasi paradigma inklusivitas dalam seluruh siklus evaluasi. Tantangan utama mencakup resistensi terhadap perubahan paradigma evaluasi, keterbatasan kapasitas evaluator, dualisme orientasi pendidikan Islam, serta minimnya instrumen evaluasi yang kontekstual. Model evaluasi yang diusulkan menekankan prinsip adaptivitas, kontekstualitas, partisipasi multipihak, dan keberlanjutan sebagai fondasi bagi peningkatan mutu pendidikan Islam yang berkelanjutan
Copyrights © 2025