Kelenjar tiroid merupakan organ endokrin yang terletak di bagian anterior leher dan berperan penting dalam pengaturan metabolisme tubuh melalui produksi hormon triiodothyronine (T3) dan tiroksin (T4). Sekresi hormon tiroid dikendalikan oleh Thyroid Stimulating Hormone (TSH) yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari. Hormon tiroid berfungsi mengatur pertumbuhan, perkembangan, serta penggunaan energi dengan meningkatkan laju metabolisme basal. Mekanisme tersebut meliputi peningkatan konsumsi oksigen, aktivitas enzim metabolisme karbohidrat, jumlah dan ukuran mitokondria, serta aktivitas pompa Na⁺/K⁺-ATPase yang meningkatkan transpor ion melalui membran sel. Peningkatan metabolisme ini menghasilkan produksi ATP yang lebih besar dan pelepasan energi dalam bentuk panas, sehingga meningkatkan suhu tubuh. Gangguan fungsi kelenjar tiroid, seperti hipertiroidisme dan hipotiroidisme, dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan memerlukan diagnosis yang tepat. Tumor tiroid merupakan salah satu gangguan yang dapat bersifat jinak maupun ganas. Biopsi Aspirasi Jarum Halus (FNAB) merupakan metode pemeriksaan yang paling akurat dan hemat biaya untuk menilai keganasan nodul tiroid, dengan biopsi histopatologi sebagai standar emas. Penelitian ini bertujuan menilai uji diagnostik FNAB dibandingkan histopatologi. Penelitian observasional analitik ini menggunakan analisis tabulasi silang 2×2 untuk menghitung sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, dan nilai prediksi negatif. Hasil menunjukkan sensitivitas 66,6%, spesifisitas 98,1%, NPP 80%, dan NPN 96,2%. FNAB dinilai akurat sebagai alat diagnostik praoperatif, namun tidak menggantikan histopatologi sebagai diagnosis definitif.
Copyrights © 2026