Kemampuan analitik menjadi elemen penting dalam penguatan mutu layanan publik di era berbasis data. Pada sektor transportasi jalan tol, analisis yang tepat terhadap pendapatan, volume kendaraan, dan dinamika spasial wilayah berperan besar dalam menjaga kinerja operasional dan kepuasan pengguna. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai sharing session antara tim akademik dari Matematika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan PT Jasamarga Transjawa Tol, Satelit–Surabaya. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan teori, aplikasi, dan manfaat analisis peramalan dan spasial dalam konteks pengelolaan layanan publik. Model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dibahas sebagai pendekatan untuk memprediksi pendapatan tol, sedangkan Generalized Space-Time Autoregressive (GSTAR) digunakan untuk memahami pola volume kendaraan antar gerbang tol. Selain itu, Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR) dikenalkan untuk menganalisis pengaruh faktor spasial terhadap pembukaan lahan di sekitar akses tol. Pihak Jasamarga turut berbagi pengalaman mengenai kondisi lapangan, tantangan operasional, dan kejadian-kejadian yang memengaruhi kinerja layanan. Kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara akademisi dan praktisi industri serta memberikan pemahaman bersama tentang potensi penerapan analisis data dalam peningkatan mutu layanan publik.
Copyrights © 2026