Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah, ulkus diabetik adalah luka yang berkembang pada penderita DM akibat mikroangiopati dan makroangiopati. Pencegahan ulkus diabetik melibatkan perilaku perawatan diri yang konsisten. Stigma sosial terhadap penderita diabetes, terutama yang sudah mengalami komplikasi seperti luka kaki, dapat menimbulkan rasa malu, rendah diri, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga ketidakpatuhan dalam perawatan diri Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara stigma sosial dengan perilaku praktik pencegahan ulkus diabetik pada pasien Diabetes Melitus di RSUD Mokopido Tolitoli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien RSUD Mokopido yang menderita Diabetes Melitus yang terdata di rumah sakit 3 bulan terakhir mulai dari Januari hingga Maret 2025 yang berjumlah 92 orang. Sampel penelitian ini adalah 75 responden, dengan Teknik Purposive sampling. Hasil penelitian yang didapatkan berdasarkan Uji Chi Square didapatkan p value: 0,001 (p value < 0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan antara stigma sosial dengan perilaku praktik pencegahan ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus di RSUD Mokopido Tolitoli. Ada hubungan antara stigma sosial dengan perilaku praktik pencegahan ulkus diabetik pada pasien Diabetes Melitus di RSUD Mokopido Tolitoli.
Copyrights © 2026