Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan pola komunikasi dan strategi pengelolaan hubungan masyarakat (humas) di berbagai sektor, termasuk lembaga pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen humas pada lembaga pendidikan Islam di era digital, dengan menyoroti strategi, tantangan, serta implikasinya terhadap peningkatan citra dan kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada beberapa lembaga pendidikan Islam yang telah memanfaatkan media digital sebagai sarana komunikasi institusional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen humas di era digital tidak lagi terbatas pada fungsi publikasi, tetapi telah berkembang menjadi fungsi strategis yang mencakup pengelolaan reputasi, komunikasi krisis, serta pembangunan relasi yang partisipatif dengan pemangku kepentingan. Pemanfaatan media sosial, situs web resmi, dan platform komunikasi daring terbukti meningkatkan transparansi dan memperluas jangkauan informasi lembaga. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan berupa keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, kurangnya perencanaan strategis berbasis data, serta potensi risiko disinformasi di ruang digital. Oleh karena itu, diperlukan model manajemen humas yang adaptif, berbasis teknologi, dan selaras dengan nilai-nilai Islam agar mampu memperkuat daya saing lembaga pendidikan Islam di tengah dinamika transformasi digital.
Copyrights © 2026