Bela Negara tidak hanya dimaknai sebagai pertahanan militer, tetapi juga mencakup kontribusi non-militer melalui penguatan sektor strategis nasional, khususnya sektor pertanian dan pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kajian ketahanan pangan dan agribisnis serta merumuskan keterkaitan konseptualnya dengan nilai-nilai Bela Negara. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dilaksanakan melalui tiga tahap penyaringan terstruktur, dipadukan dengan analisis bibliometrik berbasis co-occurrence kata kunci menggunakan perangkat lunak VOSviewer versi 1.6.20. Data dikumpulkan dari Google Scholar melalui Publish or Perish dengan rentang publikasi 2019–2025. Dari 286 artikel yang teridentifikasi pada tahap awal, sebanyak 78 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil analisis co-occurrence terhadap 47 kata kunci unik menghasilkan 18 kata kunci yang memenuhi ambang batas minimum tiga kali kemunculan, membentuk tiga klaster tematik utama. Klaster pertama didominasi oleh food security sebagai node terbesar dengan keterkaitan terkuat, klaster kedua berpusat pada sustainability, dan klaster ketiga pada climate change. Hasil visualisasi jaringan menunjukkan bahwa ketiga tema tersebut saling terhubung erat, namun tidak satu pun menunjukkan keterkaitan eksplisit dengan konsep Bela Negara maupun peran agribisnis sebagai instrumen pertahanan non-militer. Temuan ini mengindikasikan adanya celah konseptual yang signifikan dalam literatur ilmiah global. Penelitian ini memberikan implikasi konseptual berupa kerangka integrasi antara ilmu agribisnis dan nilai Bela Negara, yang memposisikan penguatan produksi pangan lokal, pembangunan sistem agribisnis berkeadilan, dan pemberdayaan petani sebagai bentuk nyata pertahanan non-militer dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026