Terapi bekam menghasilkan limbah medis berupa darah dan material terkontaminasi yang berisiko terhadap kesehatan dan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik cemaran limbah medis dari rumah terapi bekam di Depok melalui pendekatan kimia lingkungan, kimia klinik, dan mikrobiologi, serta mengevaluasi praktik pengelolaannya. Metode yang digunakan mixed-method melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa limbah dibuang sebagai sampah domestik tanpa pemisahan dan sterilisasi. Parameter kimia lingkungan menunjukkan nilai biological oxygen demand (BOD) 320 mg/L, chemical oxygen demand (COD) 780 mg/L, dan total suspended solids (TSS) 450 mg/L yang melebihi baku mutu. Analisis kimia klinik menunjukkan kadar hemoglobin 14,5 g/dL dan protein total 7,8 g/dL yang tinggi, sedangkan analisis mikrobiologi menunjukkan total plate count (TPC) sebesar 1,2 × 10⁶ CFU/mL. Temuan ini menunjukkan limbah bersifat infeksius, berpotensi mencemari lingkungan, dan meningkatkan risiko kesehatan masyarakat. Limbah bekam dikategorikan sebagai limbah B3 infeksius yang memerlukan pengelolaan sesuai standar yang berlaku.
Copyrights © 2026