Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Apendisitis Di Rumah Sakit Imanuel Way Halim Periode Tahun 2022 Fitriani, Bella Suci; Angin, Martianus Perangin; Lestari, Yovita Endah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i8.15426

Abstract

Apendisitis adalah suatu peradangan pada usus buntu vermiformis atau radang usus buntu, yang disebabkan oleh adanya sumbatan pada rongga usus buntu. Penyakit usus buntu dapat menimbulkan gejala seperti nyeri pada pinggang sebelah kanan bawah, biasanya disertai demam ringan, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan, jika usus buntu anda pecah, kembung, dan kelumpuhan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran atau karakteritik pasien penyakit usus buntu di RS Imanuel dan mengavaluasi penggunaan obat penyakit usus buntu dengan menggunakan indikasi yang tepat. Obat yang tepat dosis, pasien yang tepat dan parameter yang tepat, metode administrasi. Penelitian ini dilakukan secara non-eksperimental (observasional) dengan pengumpulan data retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien radang usus buntu dan 42 pasien radang usus buntu yang menerima kriteria inklusi. Antibiotik yang banyak digunakan adalah antibiotik sefalosporin yaitu seftriakson (77,14). Kelayakan penggunaan obat radang usus buntu didasarkan pada diagnosis yang tepat (100%), tepat pasien (100%), tepat pemilihan obat (100%)  tepat dosis (85,71%), tepat cara pemberian obat (100%) di RS Imanuel Way Halim penggunaan obat pada pasien radang usus buntu sebagian besar dapat diterima.
UJI STABILITAS FORMULASI SPRAY NANOEMULSI VARIASI POLIETILEN GLIKOL 400 EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI TABIR SURYA Desbrianto, David; Ulfa, Ade Maria; Lestari, Yovita Endah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.11439

Abstract

Tabir surya adalah suatu sediaan yang mengandung senyawa kimia yang dapat menyerap dan memantulkan sinar UV yang mengenai kulit sehingga dapat digunakan untuk melindungi kulit manusia dari efek negatif sinar UV. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tabir surya yaitu bunga telang. Tujuan penelitian ini mengetahui stabilitas fisik sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan pengujian cycling test agar dapat diketahui hubungan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyimpanan, menentukan nilai SPF spray nanoemulsi untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyimpanan, dan mengetahui stabilitas spray nanoemulsi berdasarkan nilai SPF sebelum dan sesudah uji stabilitas. Ektraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut air dan kemudian di freeze dry, rendemen yang didapat yaitu 29,33%. Variasi PEG 400 yang digunakan 15%(F1), 20%(F2), dan 25%(F3). Berdasarkan hasil evaluasi stabilitas fisik, didapatkan hasil pada formula 1 stabil secara fisik dan statistik (pH, daya sebar, waktu kering, dan viskositas) dalam penyimpanan dengan nilai p>0,05. Nilai SPF yang diperoleh sebelum stabilitas yaitu 15,57; 18,91; 22,84 dan sesudah stabilitas 14,78; 17,69; 22,70. Hasil uji stabilitas nilai SPF didapatkan formula 3 paling stabil dengan nilai p>0,05.
IDENTIFIKASI INTERAKSI OBAT POTENSIAL PADA PERESEPAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS HAJI PEMANGGILAN Lestari, Yovita Endah; Nurkhalika, Rachmi; Samor, Vania Amanda
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.16610

Abstract

Interaksi obat menjadi salah satu permasalahan dalam peresepan yang memiliki lebih dari lima macam obat didalam satu resep. Hal ini bisa menyebabkan obat yang diresepkan tidak dapat bekerja secara optimal. Pasien dengan penyakit hipertensi mempunyai resiko yang tinggi untuk mengalami interaksi obat. Hal ini berhubungan dengan komplikasi yang sering terjadi pada pasien hipertensi. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif. Pengambilan data secara retrospektif dari data rekam medik dan resep pasien hipertensi pada bulan November 2022 – Januari 2023 di Puskesmas Haji Pemanggilan, Lampung Tengah. Hasil penelitian menunjukkan karateristik pasien terbanyak pada jenis kelamin perempuan sebesar 111 (52,4%)  dan usia lansia (> 50 tahun) sebesar 133 (63,4%). Resep yang memiliki potensi mengalami interaksi obat sebanyak 90 resep (42,8%)  dari 210 resep. Gambaran pada potensi interaksi obat terbanyak masuk kedalam kategori moderate sebanyak 61 kasus (42,8%) dan terdapat 76 kasus (84,5%) interaksi obat berdasarkan mekanisme farmakodinamik.
SOSIALISASI TERKAIT SELF MEDICATION (SWAMEDIKASI) PADA PENATALAKSANAAN DIARE Lestari, Yovita Endah; Yani, Mauli Handa; Putri, Melita Regina; Indriyani, Melani Risma
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v6i2.13712

Abstract

Diare adalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari biasanya (> 3 kali/hari) disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair), dengan/tanpa darah dan/atau lendir. Pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanganan diare serta pemilihan obat diare yang tepat untuk anak. Kegiatan ini menggunakan metode partisipatori. Metode ini melibatkan peran dan partisipasi Wali Murid (20 orang) secara langsung. Kegiatan ini terdiri dari 4 tahapan yaitu pre-test, penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, dan di akhiri dengan post test. Hasil pre-test untuk tingkat pengetahuan tinggi hanya 10%, setelah dilakukan sosialisasi didapatkan peningkatan persentase tingkat pengetahuan tinggi menjadi 85%. Tingkat pengetahuan rendah masih didapatkan pada hasil pre-test (10%), sedangkan pada hasil post-test (setelah sosialisasi) tingkat pengetahuan rendah 0% sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan pada Wali Murid SD N 03 Bandar Sakti tentang Self medication (Swamedikasi) dalam pengobatan diare setelah dilakukan sosialisasi.
FORMULASI PASTA GIGI BERBAHAN NANOKALSIUM DARI LIMBAH CANGKANG TELUR AYAM KAMPUNG DAN DAYA HAMBATNYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Andriani, Amelia; Astuti, Widi; Pujiama, Riwonan; Putri, Jesika; Kusniawati, Mega Ayu; Resti, Indah Ana; Lestari, Yovita Endah
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.12977

Abstract

Abstrak: Formulasi Pasta Gigi Berbahan Nanokalsium Dari Limbah Cangkang Telur Ayam Kampung Dan Daya Hambatnya Terhadap Bakteri Streptococcus mutans. Karies gigi merupakan suatu kondisi pada gigi yang muncul karena aktivitas bakteri Streptococcus mutans yang mampu melakukan fermentasi karbohidrat, mempercepat proses pembentukan plak atau karies pada gigi. Meskipun plak gigi dapat dihindari dengan kebiasaan menyikat gigi secara teratur, tidak semua pasta gigi memberikan efek yang cepat dalam memicu proses remineralisasi. Oleh karena itu, penelitian ini memanfaatkan limbah cangkang telur sebagai substrat nanokalsium yang dapat mengembalikan mineral-mineral hidroksiapatit yang mengalami kerusakan akibat aktivitas bakteri Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efek antara pasta gigi konvensional dan pasta gigi yang mengandung nanokalsium dari cangkang telur. Proses pembuatan pasta gigi ini melibatkan metode presipitasi, evaluasi material nano dengan SEM-EDS dan FT-IR, serta diakhiri dengan pengujian daya hambat sediaan pasta gigi berbahan nanokalsium. Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa material yang dihasilkan mempunyai morfologi berupa lembaran-lembaran yang saling bertumpuk yang terorientasi secara acak, dengan ketebalan lembaran berkisar ~15–20 nm. Hasil analisis EDS menunjukkan terdapat spektrum puncak Ca tertinggi, yang mengkonfirmasi adanya pembentukan nanopartikel Ca (nanokalsium). Dari hasil karakterisasi material yang diperoleh dapat dikatakan bahwa sintesis nanokalsium dari cangkang telur telah berhasil dilakukan. Adapun formulasi pasta gigi yang mengandung 5% nanokalsium dari limbah cangkang telur mempunyai kemampuan daya hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan daya hambat rata-rata sebesar 3,43 mm.
STUDI BIOINFORMATIKA KONSTITUEN MAYOR Centella asiatica DALAM MEMODULASI KECEMASAN DAN DEPRESI Samor, Vania Amanda; Nurkhalika, Rachmi; Lestari, Yovita Endah; Husein, Saddam
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.12752

Abstract

Konstituen mayor Centella asiatica (CA) memiliki banyak manfaat farmakologis dan diduga dapat mempengaruhi kondisi kecemasan dan depresi, namun jalur persinyalan molekuler belum sepenuhnya dipahami. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi target potensial mekanisme konstituen mayor melalui pendekatan bioinformatika. Prediksi protein yang dimodulasi oleh konstituen mayor CA dilakukan dengan SwissTargetPrediction 2019 dan STITCH 5.0 yang kemudian dilakukan analisis irisan dengan gen depresi dan kecemasan yang diperoleh dari GeneCards. Analisis interaksi protein-protein dilakukan dengan STRING 11.5 dan ditelusuri ketermungkinan jalur persinyalan gen dengan WebGestalt 2019. Melalui studi diketahui bahwa konstituen mayor CA (asiaticoside) berpotensi memodulasi kondisi kecemasan dan depresi melalui jalur persinyalan BDNF. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi terapi konstituen mayor CA dengan model depresi dan kecemasan.
PENGARUH PEMBERIAN STEROID SEBAGAI TERAPI ADJUVAN TERHADAP PARAMETER INFLAMASI PASIEN PNEUMONIA KOMUNITAS BERAT DI RUMAH SAKIT “X” KOTA BANDAR LAMPUNG meiliana, Made laksmi; Lestari, Yovita Endah
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.12853

Abstract

Abstrak: Pengaruh Pemberian Steroid Sebagai Terapi Adjuvan Terhadap Parameter Inflamasi Pasien Pneumonia Komunitas Berat Di Rumah Sakit “X” Kota Bandar Lampung. Parameter inflamasi nonspesifik seperti jumlah leukosit, jumlah neutrofil absolut, dan C-reactive protein (CRP) menunjukkan derajat reaksi inflamasi pada fase akut dan sering digunakan untuk menunjukkan infeksi bakteri. Salah satu terapi yang masih dipertimbangkan pada pasien Pneumonia yaitu Steroid. Sebagian studi menunjukkan bahwa pemberian kortikosteroid dosis sedang melalui intravena dapat menumpulkan respon sistemik sitokin proinflamatorik pada sepsis berat dan inflamasi paru pada pneumonia berat dan cidera paru akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Steroid Sebagai Terapi Adjuvan Terhadap Parameter Inflamasi Pasien Pneumonia Komunitas Berat Di Rumah Sakit “X” Kota Bandar Lampung. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit “X” Bandar Lampung periode Juli- Desember 2022 dengan menggunakan data sekunder rekam medik. Variabel yang diteliti yaitu variabel independen berupa data terapi steroid atau tanpa terapi steroid, variabel dependen yaitu parameter laboratorium NLR dan CRP dan beberapa parameter klinis (demam, batuk, sesak) serta parameter vital antara lain saturasi oksigen dan Respiratory rate. Hasil penelitian pada kelompok steroid, menunjukan terdapat perbaikan yang signifikan pada parameter suhu (p=0,022) dan saturasi oksigen (p=0,006). Selain itu pada parameter inflamasi NLR, ditemukan perbaikan yang signifikan pada kelompok steroid (p=0,001). Kesimpulan: terdapat pengaruh pada pemberian steroid terhadap parameter suhu, saturasi oksigen dan NLR.
Edukasi Peningkatan Kesadaran Penyakit Menular Seksual pada Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Way Hui Bandar Lampung Nurkhalika, Rachmi; Samor, Vania Amanda; Lestari, Yovita Endah; Husein, Saddam
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.725

Abstract

Warga binaan pada lembaga pemasyarakatan merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap berbagai permasalahan, mulai dari permasalahan sosial, fisik, maupun mental. Salah satu bahaya kesehatan yang kerap terjadi di lembaga pemasyarakatan adalah bahaya terinfeksi penyakit menular seksual (PMS), hal ini berkaitan dengan riwayat terdahulu warga binaan terkait aktivitas seksualnya. Kejadian penyimpangan seksual juga tidak dapat dihindari dan meningkatkan resiko terjadinya PMS. Sehingga kegiatan ini ditujukan untuk mengedukasi warga binaan Lapas Kelas IIA Way Hui Bandar Lampung guna meningkatkan pengetahuan mereka terkait PMS. Metode edukasi dilakukan dengan ceramah dan diskusi. Peserta berjumlah 62 orang dengan demografi yang berbeda-beda dan sejumlah 13% warga binaan memiliki riwayat PMS. Melalui kegiatan edukasi diperoleh perubahan yang signifikan terkait tingkat pengetahuan warga binaan dari mayoritas mendapat skor 5 (24%) menjadi 10 (61%) dengan nilai p0.00<0.05. Melalui hasil dapat disimpulkan bahwa intervensi edukasi mampu meningkatkan pengetahuan warga binaan terhadap masalah PMS. Inmates in correctional institutions are vulnerable to the wide range social, physical, and mental health issues. One of the health risks that frequently happens in correctional institutions is the risk of sexually transmitted infections (STIs), which is tied to the inmates' prior history of sexual behavior. Sexual aberrations are unavoidable and raise the danger of STIs. As a result, the aim of this program is to educate women inmates of the Way Hui Class IIA Correctional Facility in Bandar Lampung about PMS. Lectures and thorough discussions were used as the method. There were 62 participants from various demographics, with 13% of the inmates having history of STIs. Significant changes in the inmates’ level of knowledge were obtained after education intervention from the majority receiving a score of 5 (24%) to 10 (61%) with a value of p 0.00<0.05. Based on the findings, it can be concluded that given educational intervention can improve inmates’ knowledge of STIs.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Hand Cream Variasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Dengan Basis VCO Sebagai Pelembab Kulit Tangan Muliyanti, Reni; Ulfa, Ade Maria; Lestari, Yovita Endah
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i1.18953

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki kandungan antioksidan, sehingga dapat dijadikan bahan alami pembuatan kosmetik. Kandungan flavonoid pada tanaman ini dapat melembabkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit buah naga merah dengan basis VCO, mengetahui pengaruh variasi ekstrak pada sediaan hand cream dalam uji stabilitas, mengetahui efektivitas kelembaban yang baik, dan menentukan stabilitas penyimpanan sediaan krim. Variasi konsentrasi ekstrak etanol kulit buah naga merah pada ketiga formulasi yaitu 4%, 6%, 8%. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil rendemen ekstraksi kulit buah naga merah sebanyak 8,4%. Krim dilakukan uji evaluasi fisik, uji tipe krim, uji iritasi, dan uji efektivitas kelembaban. Hasil pembuatan sediaan krim memenuhi parameter fisik dengan uji Paired Sample T-Test semua formula memenuhi persyaratan parameter karena nilai signifikansi >0,05 sehingga tidak memiliki perbedaan nilai signifikan antara keempat formula. Penentuan uji stabilitas metode cycling test didapatkan hasil bahwa keempat formula stabil dalam penyimpanan selama 12 hari. Penentuan efektivitas kelembaban yang paling tinggi pada ketiga formula yaitu pada formula 3 dengan konsentrasi ekstrak sebesar 8% dengan kenaikan kelembaban selama 7 hari perawatan sebesar 11,4%, sehingga semakin besar konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah yang digunakan, maka kelembaban kulit akan semakin meningkat.
HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI MASYARAKAT TELUK BETUNG BARAT Novianti, Riri; Lestari, Yovita Endah; Angin, Martianus Perangin
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i4.12260

Abstract

Hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di masyarakat teluk betung barat. Kesadaran masyarakat terhadap antibiotik yang dapat mencegah dan mengobati berbagai gejala penyakit, yang mengurangi efektivitas terapi dan meningkatkan risiko keselamatan pasien, resistensi, dan biaya pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kesadaran masyarakat Teluk Betung Barat terhadap penggunaan antibiotik terkait dengan faktor sosiodemografi seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, dan pendidikan. Strategi cross-sectional dan metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari penelitian Primadiamanti digunakan dalam penelitian analitik ini. Tabulasi silang dan uji statistik Chi-square digunakan dalam penelitian ini. Temuan dari 396 responden menunjukkan bahwa ada korelasi antara sosiodemografi (usia dan pendidikan) dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik (nilai-p < 0,05), sementara tidak ada korelasi antara sosiodemografi (jenis kelamin, pendapatan, dan riwayat penggunaan obat) dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik (nilai-p < 0,05). Mayoritas responden (190, 48%) berusia antara 18 dan 30 tahun (217, 54,8%), perempuan 205, 51,8%), pendidikan sekolah menengah atas 209, 52,8%), pendapatan < 2 juta 210 (53%), dan riwayat penggunaan antibiotik dalam 3 bulan (238, 60,1%).