Suatu aspek krusial dengan melakukan pencegahan perburukan kondisi cedera dan mempercepat proses pemulihan atlet ialah penanganan pertama cedera olahraga. Dalam praktiknya, keterbatasan fasilitas medis dan tenaga profesional di lapangan menyebabkan atlet sering kali harus melakukan penanganan awal secara mandiri, sehingga tingkat pengetahuan mengenai metode pertolongan pertama, misalnya Rice, Ice, Compression, Elevation (RICE) menjadi sangat penting. Tujuan dari kajian ini ialah guna diketahuinya tingkatan wawasan atlet renang Kabupaten Jembrana akan aktivitas pertama dalam menangani cedera melalui metode RICE, yang kajian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif melalui survei terhadap seluruh populasi atlet renang setempat (total sampling, n = 32; 16 putra, 16 putri). Instrumen berupa kuesioner tertutup divalidasi oleh ahli, dan penilaian menggunakan skala Guttman. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar atlet berada pada tingkat pengetahuan dengan kategori “Baik Sekali” (81,25%) dan sisanya “Baik” (18,75%) dengan nilai rata-rata keseluruhan 92,31. Berdasarkan komponen, nilai mean secara berurutan melalui yang paling tinggi hingga paling rendah adalah Compression (95,00), Elevation (92,36), Ice (91,67), dan Rest (89,93). Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan atlet tergolong sangat baik, meskipun aspek Rest relatif lebih rendah sehingga memerlukan perhatian lebih. Disarankan pelatihan rutin, penyediaan peralatan P3K, dan pendampingan tenaga medis untuk mendukung penerapan metode RICE secara optimal.
Copyrights © 2026