Pembelajaran sejarah kerap dipersepsikan membosankan akibat kurang optimalnya pemilihan metode dan strategi pembelajaran, sehingga diperlukan inovasi seperti penerapan ice breaking untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ice breaking serta dampaknya terhadap motivasi belajar siswa kelas X di SMA Negeri 2 Dompu dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari guru sebagai sumber primer dan siswa sebagai sumber sekunder melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking diintegrasikan secara terencana dan sistematis pada tahap pembukaan, inti, dan penutup pembelajaran, serta terbukti meningkatkan motivasi belajar dan mengurangi kejenuhan siswa. Namun, implementasinya menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi guru dalam merancang kegiatan, keragaman karakteristik siswa, pengelolaan kelas, serta keterbatasan sarana dan persepsi guru. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan landasan empiris dan konseptual mengenai integrasi ice breaking sebagai strategi pedagogis inovatif yang dapat dijadikan acuan praktis untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran sejarah
Copyrights © 2026