Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi modul pembelajaran hak dan kewajiban anak berbasis sosio-emosional di MI Muhammadiyah Madiun sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta kualitas interaksi sosial peserta didik. Urgensi penelitian ini didasarkan pada rendahnya minat dan pemahaman siswa dalam menerapkan hak dan kewajiban secara tepat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya kognitif, tetapi juga mengintegrasikan aspek sosial dan emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilaksanakan pada siswa kelas V berjumlah 28 orang selama satu bulan dengan empat kali pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui triangulasi dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian mencakup identifikasi pemahaman, pendekatan, praktik implementasi, serta tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan modul pembelajaran berbasis sosioemosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi aspek sosio-emosional dalam pembelajaran hak dan kewajiban mampu meningkatkan kesadaran, keterampilan pengelolaan emosi, serta mendorong interaksi positif peserta didik di lingkungan sekolah. Penelitian ini sekaligus menyempurnakan kajian sebelumnya dengan menekankan pentingnya pengelolaan emosi sebagai bagian integral dalam pembelajaran, sehingga memberikan kontribusi terhadap pembentukan pola pikir, sikap, dan perilaku peserta didik yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026