Keluarga broken home merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan perilaku dan moral anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh dalam keluarga broken home serta nilai anti-kekerasan yang dapat ditanamkan, termasuk tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan dan dokumentasi pada guru, orang tua, dan enam siswa kelas IV-VI dari keluarga broken home di SDN Bunsumpak Puyung Lombok Tengah. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh yang dominan adalah pola asuh permisif dan penelantaran. Nilai anti-kekerasan seperti saling menghargai dan tidak membalas kekerasan telah diperkenalkan melalui pembinaan sekolah, namun belum optimal. Tantangan utama adalah keterbatasan waktu orang tua, pengaruh media sosial, dan kurangnya pendampingan emosional. Dan juga dibutuhkan kolaborasi antara guru dan orang tua melalui komunikasi, pembinaan karakter berkelanjutan, dan pendampingan emosional dalam menanamkan nilai anti-kekerasan pada anak dari keluarga broken home.
Copyrights © 2026