Kajian ini bertujuan memetakan perkembangan ilmu al-Ma‘ājim (leksikografi Arab) dari masa klasik hingga era digital, sebagai upaya memahami transformasi metodologis dan epistemologis dalam penyusunan kamus Arab selama lebih dari satu milenium. Ruang lingkup pembahasan mencakup lima periode utama: periode al-Khalīl ibn Aḥmad dengan Kitāb al-‘Ayn sebagai fondasi pertama leksikografi berbasis makhārij al-ḥurūf; periode Ibn Fāris dan Ibn Sīdah yang menegaskan pendekatan etimologis dan sistematis dalam penelusuran akar kata; periode Ibn Manẓūr sebagai representasi kematangan kamus ensiklopedik lewat Lisān al-‘Arab; periode kamus modern seperti al-Mu‘jam al-Wasīṭ dan al-Mu‘jam al-‘Arabī al-Asāsī yang membawa reformasi pedagogis dan standardisasi bahasa; serta perkembangan kamus elektronik yang menandai digitalisasi ilmu leksikografi dalam bentuk aplikasi, basis data daring, dan corpus linguistics. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka melalui analisis kritis terhadap literatur klasik dan modern mengenai sejarah, metode penyusunan, serta karakteristik masing-masing periode. Hasil kajian menunjukkan bahwa ilmu al-Ma‘ājim berkembang secara bertahap dari pendekatan fonetik, etimologis, semantik, pedagogis, hingga komputasional. Kesimpulannya, perkembangan ini mencerminkan dinamika keilmuan bahasa Arab yang terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan akademik dan teknologi, sekaligus mempertahankan kedalaman tradisi keilmuan klasik.
Copyrights © 2026