Capaian literasi sains Indonesia yang rendah pada PISA 2022 menunjukkan perlunya pemetaan empiris yang terfokus pada materi IPA spesifik dan konteks wilayah tertentu. Penelitian ini bertujuan memetakan profil literasi sains peserta didik SMP pada materi zat dan perubahannya serta menganalisis perbedaan capaian antarsekolah di Kecamatan Mertoyudan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dari tiga sekolah yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda, wawancara semi-terstruktur, dan observasi. Capaian literasi sains secara keseluruhan berada di kategori rendah dengan rerata 47,95%, yang meliputi indikator menjelaskan fenomena secara ilmiah (44,44%), mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah (52,31%), serta menafsirkan data dan bukti ilmiah (46,83%). Temuan ini menunjukkan bahwa peserta didik mengalami hambatan dalam mengintegrasikan konsep IPA dengan fenomena nyata, merancang penyelidikan ilmiah, serta menggunakan bukti untuk mendukung argumentasi ilmiah. Temuan ini menjadi dasar empiris bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran berbasis inkuiri dan fenomena, bagi sekolah untuk memperkuat kurikulum berorientasi literasi sains, serta bagi pemangku kebijakan dalam merancang program peningkatan kompetensi guru IPA secara kontekstual.
Copyrights © 2026