Ketahanan pangan merupakan isu prioritas nasional yang secara langsung memengaruhi kesejahteraan masyarakat, termasuk di Kabupaten Pemalang yang memiliki potensi besar di sektor pertanian. Namun, berbagai faktor seperti pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, serta distribusi pangan yang tidak merata menjadi ancaman terhadap stabilitas pangan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Pemalang dengan mempertimbangkan tiga aspek utama, yaitu ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan yang memengaruhi ketahanan pangan serta merumuskan rekomendasi strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) yang dikembangkan oleh World Food Programme (WFP). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan ketahanan pangan yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Pemalang. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar kecamatan di Kabupaten Pemalang berada pada kategori tahan pangan (Prioritas 5), dengan beberapa wilayah seperti Kecamatan Pulosari masih tergolong agak rawan pangan akibat keterbatasan akses air bersih, meskipun memiliki ketersediaan pangan yang tinggi.
Copyrights © 2026