Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dalam memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana alam melalui kurikulum siaga bencana berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali kebutuhan pelatihan, serta uji coba kurikulum di sekolah mitra, pengembangan materi pembelajaran berbasis kearifan lokal, dan uji coba kurikulum di sekolah mitra denga peserta sebanyak 20 guru dan 10 orang tua siswa. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 85% peserta merasa materi pelatihan sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan mereka, sementara 90% peserta menilai penyampaian materi sangat jelas dan mudah dipahami. Namun, sebagian besar peserta (75%) menginginkan pelatihan lanjutan yang lebih berfokus pada simulasi kebencanaan, dan 70% merasa durasi pelatihan terlalu singkat, dengan harapan agar durasi pelatihan diperpanjang untuk mendalami materi lebih dalam.
Copyrights © 2026