Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan Koreografi Tari Piriang Galatiak Rang Mudo di Kabupaten Padang Pariaman, khususnya di Nagari Sungai Sariak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung seperti kamera foto, alat tulis, dan handphone. Jenis data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah dalam menganalisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi Tari Piriang Galatiak Rang Mudo melalui proses penciptaan diantaranya eksplorasi dapat dilihat dari masyarakat yang bercocok tanam beramai-ramai yang dijadikan sebagai ide atau gagasan koreografer, improvisasi pada Tari Piriang Galatiak Rang Mudo terdapat pada gerak pijak kaco (injak pecahan kaca), komposisi pada Tari Piriang Galatiak Rang Mudo terdapat unsur ruang, waktu dan kekuatan. Pada aspek bentuk Tari Piriang Galatiak Rang Mudo terdapat beberapa elemen diantaranya gerak, gerak pada Tari Piriang Galatiak Rang Mudo terdapat 25 ragam gerak, desain lantai yang dipakai yaitu bentuk segi lima, segitiga dan lingkaran, desain atas yang dipakai diantaranya desain atas rendah, murni, bersudut, lengkung, statis, dan desain atas tinggi, komposisi kelompok yang terdapat pada Tari Piriang Galatiak Rang Mudo yaitu bentuk serempak dan terpecah, tarian ini diawakan oleh 5 orang penari, musik yang digunakan pada Tari Piriang Galatiak Rang Mudo awalnya menggunakan tempo sedang dan tempo semakin naik hingga ending serta diiringi nyanyian dendang Adapun alat musik yang digunakan diantaranya tambua, jimbe, talempong, gitar bass, sarunai, drum akustik dan sambal, Tari Piriang Galatiak Rang Mudo merupakan kostum tradisional yang telah dimodifikasi diantaranya baju kuruang beludru, sarawa (celana), kain sampiang, tokah, salendang kapalo, ikek pinggang, serta properti yang dipakai yaitu piring. Aspek isi terdiri dari ide dan suasana, ide terciptanya Tari Piriang Galatiak Rang Mudo dilihat dari ketertarikan Mastajabul Hakum terhadap cara bersosial masyarakat Sungai Sariak yang hidup bergotong royong dalam kehidupan Bertani, berladang, Adapun suasana pada Tari Piriang Galatiak Rang Mudo menggambarkan suasana penuh semangat dalam bergotong-royong, tegas, dan bijaksana dalam mengambil suatu tindakan, serta ungkapan rasa syukur dan penuh Bahagia masyarakat atas hasil panen yang didapat.
Copyrights © 2026