Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar Kecamatan Ponggok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 3 kepala sekolah, 3 guru kelas IV, dan 15 siswa kelas IV dari SDN Ponggok 2, SDN Pojok 2, dan SDN Gembongan 2 yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, member check, serta audit trail. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan pada aspek konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Guru melakukan asesmen diagnostik untuk memetakan kesiapan, minat, dan gaya belajar siswa, kemudian menyesuaikan strategi, media, serta bentuk evaluasi secara fleksibel. Produk belajar siswa bervariasi, seperti proyek, video, tulisan, dan praktik, dengan penilaian autentik yang mempertimbangkan proses dan hasil. Dukungan kepala sekolah, komite, serta fasilitas sekolah menjadi faktor pendukung utama. Namun, penerapan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu, sarana prasarana, variasi sumber belajar, dan partisipasi orang tua. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berperan dalam meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan kepercayaan diri siswa pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026